Penikahan Sudah Boleh Dilaksanakan di Rumah dengan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Pelaihari- Mempersiapkan langkah-langkah mengarah pada new normal atau perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Masyarakat di Kabupaten Tanah Laut (Tala) sudah diperbolehkan melaksanakan pernikahan di luar Kantor Urusan Agama (KUA), dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pelayanan pernikahan ini sudah ditetapkan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam No.6 tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020.

Hal penting bagi masyarakat yang ingin melaksanakan pernikahan adalah dengan membuat surat pernyataan sanggup melaksanakan protokol kesehatan secara maksimal. Salah satu diantaranya adalah yang menghadiri penikahan maksimal 10 orang, semua yang hadir harus menggunakan masker dan mereka yang melaksanakan ijab kabul menggunakan sarung tangan. Hal ini diungkapkan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tala, HM Rusdi Hilmi, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Daerah dan Instansi Vertikal dalam Penanganan Covid-19 Menuju New Normal di Kabupaten Tala, (18/6/2020).

BACA JUGA:  Hari Jadi ke-70 Kalsel, Paman Birin Launching Tes Swab Masif

“Kepala KUA kecamatan berhak menolak menghadiri pernikahan di luar kantor apabila yang bersangkutan tidak bisa menjamin melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Ini salah satu upaya kita memaksimalkan pencegahan Covid-19 menuju new normal,” jelas Kepala Kemenag.

Karenanya, menurut Rusdi Hilmi, masyarakat yang ingin melaksanakan pernikahan dimasa pandemi harus mempersiapkan syarat-syarat yang sudah ditetapkan dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam.

Sementara itu, terkait pelayanan pendidikan, dijelaskan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor. 2851 diikuti surat dari Kanwil Kemenag Nomor. 1022 tahun 2020. Dalam surat ini dijelaskan pelayanan pendidikan mengikuti kebijakan pemerintah daerah.

“Hanya saja ada pondok pesantren (ponpes) yang memang ingin bersegera melaksanakan pembelajaran kembali, padahal ini sangat riskan terlebih ponpes berbasis asrama karena pergaulannya 24 jam. Kami tetap sosialisasikan ini mudah-mudahan bisa dipahami,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Puluhan Pedagang Kecil Ramaikan Hari Jadi Pemkab HSS

Menanggapi hal ini, Bupati H Sukamta menjelaskan, untuk kebijakan pendidikan di Kabupaten Tala sampai tahun ajaran baru akan dicoba untuk mulai kembali. Hanya saja jika situasinya masih mengkhawatirkan maka proses pembelajaran tetap dilakukan dengan sistem daring (online).

Pos terkait