Selain itu, Pujian juga disampaikan oleh LGCB ASR Pusat Yuyun terhadap penurunan drastis prevalensi yang turun drastis di HSU hal ini berkat kerjasama semua pihak. Yuyun bahkan mengundang Bupati HSU untuk untuk menjadi pemateri pada workshop yang akan dilaksanakan LGCB ASR Pusat tentang Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting ini.
Tak ketinggalan Tenaga Ahli Iney LGCB ASR Regional 4 Iskandar Munir juga mengapresiasi dukungan kebijakan pemerintah daerah dalam merumuskah langkah penuntasan stunting di HSU. Kebijakan ini tentunya tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kerjasama yang terintegrasi dari seluruh SKPD yang terkait dalam penanganan stunting ini, untuk itulah Iskandar mengingatkan pentingnya komunikasi sebagai kunci kesuksesan dalam menyelesaikan program kerja yang dijalankan.
Terakhir apresiasi juga di sampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan Nurul Fajar Desira. DIkatakan untuk penanganan stunting di Kalsel HSU adalah yang paling depan. namun Fajar tetap mengingatkan agar tidak berpuas hati, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. mengingat HSU masih berada di angka 31 dari 100 Kabupaten yang di tetapkan oleh Riskesdas. Kedepannya Bappeda Provinsi kalsel siap mendukung Kabupaten HSU untuk mencapai angka yang lebih baik.
Bahkan Penanganan percepatan penurunan stunting Kabupaten HSU juga pernah mendapatkan apresiasi dari Panglima TNI pada saat gelaran pencanangan TMKK Tingkat Nasional tahun 2018 di Kabupaten HSU.
Bupati HSU H. Abdul Wahid HK dalam sambutannya kegiatan rembuk Stunting tentunya sangat penting dilakukan, mengingat begitu besar resiko Stunting khususnya bagi anak balita, maka sudah selayaknya kita melakukan tindakan pencegahan terjadinya resiko Stunting sekaligus penurunan angka Stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara.




















