Larangan Ekspor, Bikin Harga Rotan Anjlok dan Gulung Tikar

  • Whatsapp
Larangan Ekspor, Bikin Harga Rotan Anjlok dan Gulung Tikar

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Pelarangan ekspor rotan oleh pemerintah rupanya berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat. Hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan antara kebijakan larangan ekspor rotan oleh Pemerintah dengan realita atau kenyataan yang ada di Kalimantan.

Salah satu petani rotan yang hadir saat pertemuan antara petani dengan UKM rotan Bea Cukai Kalbagsel dan Menteri Koperasi dan UKM mengatakan, saat ini hanya tertinggal 2 UKM pengrajin Rotan yang masih bertahan di Kalsel, yaitu PT Sarikaya Sega Utama dan CV Duta Barito, yang masih memperkerjakan karyawannya.

“Masing-masing perusahaan memiliki kayawan sebanyak 200 orang yang berasal dari penduduk lokal,” ucapnya.

Harga Rotan Anjlok dan Gulung Tikar

Ia membeberkan sebelum peraturan itu terbit, kedua perusahaan tersebut merupakan penghasil devisa ekspor dan penyerap tenaga kerja cukup besar hingga 2.000 orang.

BACA JUGA:  Industri Batu Bara Terancam Virus Corona

“Bahkan sekarang terdapat sekitar 30 perusahaan serupa yang telah gulung tikar atau bangkrut dampak dari pelarangan ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, petani tersebut menambahkan, sekarang ada ribuan pekerja dan petani terpaksa mencari pekerjaan lain, menjadi buruh di perkebunan karet, sawit, hingga pertambangan, akibat harga dan permintaan rotan yang anjlok.

Melihat kondisi tersebut, Sekjen Perkumpulan Petani, Pedagang, dan Industri Rotan Kalimantan (PEPPIRKA), M. Irwan Riadi menyebut, potensi devisa dari ekspornya sangat bernilai tinggi.

“Dari 1 kontainer 40 ft saja bisa menghasilkan devisa sebesar5-6 miliar Rupiah” bebernya.

Pos terkait