Ia melanjutkan, soal harga, ketupat dan lontong dipatok dengan harga dari Rp 2000-2500 perbiji. Daun ketupat pun menggunakan daun nipah, sedangkan lontong menggunakan daun pisang.
“Perbiji nya Rp.2000-Rp. 2500, kalaunya harga daun tidak naik , kalau nya daun naik harganya bisa sekitar Rp. 2500- Rp.3000 perbijinya, sedangkan di hari lebaran harga juga naik perbiji nya Rp. 5000,”ucapnya.
Sementara itu, Ibu dari empat orang anak ini mengatakan perhari bisa mencapai 400 biji ketupat dan lontong yang sudah dipesan orang untuk dijadikan seperti kuliner Soto Banjar maupun Sate. Sedangkan seperti lebaran Idul Fitri dan Idul Adha bisa dua kali lipat pengolahannya.

“Biasanya perhari 400 biji yang diolah, dan itupun sudah ada yang mesan dari penjual sate ataupun penjual Soto M, ataupun keperluan masyarakat untuk syukuran, di hari lebaran Idul Fitri dan Idul Adha jadi dua kali lipat pengolahannya sampai kurang lebih 1000 biji lah,”bebernya.
Pengolahan ketupat dan lontong ini harus benar benar dalam pemilihan daunnya yang lebih muda agar tidak mudah rusak ketika direbus. Dan pembuatannya pun dimulai dari perendaman beras sekitar 30 menit lalu beras yang sudah dicuci di masukkan kedalam daun yang sudah dianyam dari dua pertiga bagian, setelah itu di masak kedalam panci sekitar 2 jam perebusannya.
“Minimal 2 jam pengolahan ketupat dan lontong ini menggunakan gas elpiji 3 kg, dan memilih daunnya pun tidak sembarangan agar daun ketika direbus tidak mudah rusak,” tutupnya.
Reporter : Aya
Editor : Hamdani
Foto : Aya



















