Warga Tala Keluhkan SK 358 Tahun 2005 Soal Lahan Inhutani 3

  • Whatsapp
Warga Tala Keluhkan SK 358 Tahun 2005 Soal Lahan Inhutani 3

Wartaniaga.com, Pelaihari – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Suprastowo berharap SK 358 tahun 2005 soal Inhutani 3 Pelaihari agar dilakukan evaluasi atau dicabut, sehingga nantinya lahan yang dikelola Inhutani 3 kembali kepada Dinas Kehutanan dan di Kelola oleh Kelompok Tani Hutan (KPH) Pelaihari.

Hal tersebut disampaikan Imam Suprastowo saat menerima kunjungan perwakilan Kelompok Tani Hutan ( KTH ) Maju Bersama di kediaman pribadinya di Kelurahan Pabahanan, Pelaihari, Jumat 27/12/2019.

Imam mengatakan sebagaimana diketahui pada dasarnya selama ini Inhutani 3 tidak pernah melaksanakan kegiatan dilahan yang sudah ditunjuk oleh Kementrian, yakni tanam, tebang, tanam, tebang, namun pada realisasinya tanah tersebut justru di bagi-bagikan kepada pengusaha dengan mengacuhkan hak masyarakat disekitar hutan.

BACA JUGA:  BPBD Kalsel Fokus Penanganan Titik Rawan Karhutla

Warga Tala Keluhkan  Soal Lahan Inhutani 3

Menurut Imam, hingga saat ini Inhutani 3 belum pernah melaksanakan Naskah Kesepakatan Kerjasama ( NKK ), padahal tanah-tanah tersebut sudah digarap oleh masyarakat selama beberapa tahun, disinilah perlu adanya koordinasi antara masyarakat, penyuluh, KPH dan Dinas untuk segera melaksanakan NKK di daerah-daerah yang sudah ada NKKnya.

Warga Tala Keluhkan Soal Lahan Inhutani 3

“Masyarakat ada kekhawatiran bahwa tanah yang sudah mereka kerjakan ini akan diambil lagi oleh pengusaha tertentu ” ucap Imam.

Ditambahkannya selama ini pengusaha tersebut sering sekali merampas tanah yang sudah dikerjakan oleh masyarakat.

“Kalau memang itu terjadi lagi, tolong segera di koordinasikan dengan penyuluhnya atau langsung dengan saya, sehingga ada solusi sebelum dilakukan kegiatan oleh pengusaha,” jelas Imam.

BACA JUGA:  Relawan Remaja Tanah Laut Sampaikan Bantuan Masyarakat ke Sebuku

Adapun salah seorang perwakilan dari KTH Maju Bersama, Mustajib berkata belakangan ini sudah ada yang menggarap lahan di Inhutani 3 dan sudah mengajukan KTH, namun dalam perjalanannya banyak sekali kendala yang dihadapi terutama di KTH Maju Bersama desa Batu Tungku.

Beberapa kali mereka diadukan oleh pengusaha tertentu karena dianggap menyerobot lahan milik pengusaha tersebut. Karena itulah mereka berharap kepada Imam Suprastowo sebagai wakil rakyat agar bisa memperjuangkan nasib mereka, kedepan mereka berharap sekali dilahan seluas sekitar 800 hektar bisa di mitrakan untuk perhutanan sosial dan bisa berkelanjutan untuk NKK.

“Kami datang bersama perwakilan dari desa Bumi Asih, Batu Tungku, Batakan, Panyipatan dan Trans Tanjung Dewa,” jelas Mustajib.

BACA JUGA:  Ajak Kaum Melenial Bersosialisasi, SKS Tala Bagikan 350 Takjil

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony Widodo

Pos terkait