20 views

Status Lahan Kerap Jadi Biang Batalnya Investasi

Investasi

Wartaniaga.com, Jakarta – Pemerintah Pusat terus berupaya menarik investasi masuk ke Tanah Air. Berbagai program dilaksanakan mulai dari perbaikan perizinan melalui penerapan Online Single Submission (OSS) hingga pemberian insentif pajak seperti tax allowance, tax holiday sampai super deductible tax.

Pengamat kebijakan publik, Universitas Trisakti, Jakarta, Profesor Trubus Rahardiansyah menyebut kebijakan yang diluncurkan pemerintah sebenarnya sudah cukup baik. Namun, dalam pelaksanaan, masih belum berjalan maksimal.

Lanjutnya, ditambah lagi, masih ada banyak kebijakan-kebijakan di lapangan yang menghambat para pengusaha menanamkan modal di Indonesia. Persoalan lahan dan buruknya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi beberapa persoalan yang masih merusak iklim investasi di Tanah Air.

“Kalau masalah-masalah ini masih terus ada, insentif pajak yang ditawarkan pemerintah pun tidak akan mampu menarik banyak investor,” jelasnya kepada wartaniaga.com, Sabtu (9/11).

Pemerintah Upayakan Kegiatan Investasi Lancar

Menurutnya saat ini, pemerintah harus serius menghapus hambatan-hambatan terutama terkait lahan yang kerap menghalangi investor yang hendak masuk dan bahkan mengganggu kegiatan investasi.

Banyak perusahaan yang telah berdiri harus bersentuhan dengan hukum karena masalah lahan yang dicuatkan pihak-pihak tertentu. Seperti kasus yang menimpa Perusahaan asal Korea Selatan yang tengah membangun pabrik di Cilegon, Banten itu diganggu oknum yang mengaku memiliki hak pengelolaan (HPL) atas tanah tersebut.

“Karena tindakan ini, pembangunan sempat dihentikan dan mengganggu investasi dari Lotte Chemical yang mencapai Rp50 triliun,” bebernya.

BACA JUGA:  Serangga Turut Andil Dongkrak Produktivitas Sawit di Bali

Melihat hal itu, Trubus mengungkapkan sudah seharusnya segera ada jaminan dari pemerintah, dan harus ada solusi dari persoalan lahan. Meski itu masalah nasional tapi sayangnya belum ada fokus penyelesaian kesana.

Perbaikan Investasi Untuk Menjaga Stabilitas Pertumbuhan Perekonomian Indonesia

Selain itu ia membeberkan Koordinasi Pusat dan Daerah harus terjalin dengan baik antara pemerintah pusat dan daerah. masih banyak pemerintah daerah (pemda) yang bertindak sewenang-wenang karena tidak menyadari pentingnya investasi.

Dengan demikian pemerintah butuh menjaga iklim investasi agar dapat tetap menjaga stabilitas pertumbuhan perekonomian dalam negeri. Investasi pun tidak hanya terpaku pada asing. Investor dalam negeri pun bisa didorong untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia demi menjaga stabilitas di tengah krisis global yang diprediksi terjadi.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pelayanan, AP I Kasih Reward 'Eat, Shop, Fly'

“Yang tidak boleh dilupakan adalah merawat investor yang sudah masuk dan menanamkan investasinya. Sebab bila mereka batal berinvestasi, itu akan me jadikan kabar buruk perekonomian Indonesia,” katanya.

Trubus menambahkan perbaikan iklim investasi amat diperlukan Indonesia pada 2020 demi menjaga stabilitas pertumbuhan perekonomian berjangka menengah. “Pertumbuhan investasi di atas enam persen merupakan sebuah keharusan untuk dicapai,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Zahidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *