Nasib RSUD Ulin Berada di ‘Ujung Tanduk’

  • Whatsapp
Nasib RSUD Ulin Berada di 'Ujung Tanduk'

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin saat ini benar benar berada diujung tanduk, pasalnya mereka hanya mampu bertahan hingga bulan Februari tahun 2020 soal kas biaya operasional, itupun dengan syarat BPJS harus membayar tunggakan minimal 2 bulan.

Hal ini menjadikan rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut harus mengencangkan ikat pinggang karena tunggakan pembayaran BPJS hingga saat ini masih belum dibayar.

Muat Lebih

Direktur RSUD Ulin, Suciati mengatakan pihaknya masih akan mampu bertahan menghadapi situasi seperti ini sampai dengan bulan Februari 2020 jika BPJS membayarkan minimal 2 bulan dari total tunggakan 4 bulan.

BACA JUGA:  Dewan Coret, Anggaran Penambahan Angkutan Pelajar dan Disabilitas

“Kita mampu bertahan sampai bulan Februari 2020, asalkan tunggakan BPJS bulan Juli dan Agustus sebesar Rp 60 Milyar mampu dibayar pada bulan November,” bebernya.

Ia menjelaskan walaupun pembayaran nantinya dilakukan tepat waktu pada bulan November, pihaknya tetap harus lebih memangkas kebutuhan operasional agar tetap mampu bertahan.

“Operasional kan butuh biaya, kita harus lebih mengencangkan ikat pinggang lagi dalam pengeluaran, jadi yang bersifat wajib saja biaya akan kita keluarkan,” jelasnya.

Adapun dalam seharinya RSUD Ulin melanyani pasien rawat jalan BPJS mencapai 300 orang pasien belum termasuk rawat inap, atau sekitar 70 persen pasian RSUD Ulin berasal dari peserta BPJS.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Lutfi Saifuddin mengatakan selalu berusaha untuk menanggulangi problem tersebut agar tidak berdampak pada hal hal yang kurang menguntungkan.

BACA JUGA:  Pekan Depan Pimpinan DPRD Banjarmasin Dilantik

“Apalagi sekarang BPJS mengalami kenaikan iuran, ini yang perlu kita waspadai dan antisipasi juga yang bisa memperparah iuran yang macet,” paparnya.

Ia menjelaskan kenaikan iuran BPJS bisa saja menjadikan situasi yang ada semakin parah, ini karena masyarakat semakin menunggak pembayaran BPJS atau mungkin juga berhenti menjadi peserta BPJS.

“Kalau masyarakat berhenti, otomatis income BPJS akan berkurang,” ucapnya.

Ia mengharapkan pihak BPJS akan mampu membayar kepada RSUD Ulin untuk bulan Juli dan Agustus, sehingga proses operasional RS bisa tetap berjalan.

Reporter : Aditya
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Aditya

Pos terkait