Wartaniaga.com, Banjarmasin – kondisi KWM (Kawasan Wisata Mandiri) yang kini mati suri akibat sepinya pengunjung yang menikmati lahan wisata kuliner di tepian Sungai Martapura itu, dewasa ini KWM tersebut juga sangat memprihatinkan setelah lokasi tersebut kerap dijadikan lahan maksiat.
Berdasar keterangan pedagang yang masih bertahan, kondisi ini terjadi sudah sejak awal tahun 2019 lalu, malangnya hingga sekarang belum terlihat pembenahannya oleh Pemko Banjarmasin, misalnya membangun kembali daya tarik dari objek wisata yang terletak di seberang Siring Bekantan tersebut.

Bahkan, Walikota Banjarmasin sendiri belum bisa menjawab dengan jelas ketika ditanya tentang kondisi tempat wisata itu. “Masih banyak program yang lain yang harus diprioritaskan” ucap Ibnu Sina disela pembukaan acara pembekalan wirausaha Gojek Banjarmasin, kemaren (25/11)
Kawasan Wisata Mandiri KWM Kini Semakin Sepi
Padahal para pedagang yang masih bertahan berjualan disana sangat berharap Walikota Banjarmasin bisa dengan segera memberikan formula nyata untuk kelanjutan usaha mereka. Mereka tidak ingin nasib usahanya seperti di anak tirikan oleh pemerintah.

Salah satu warga yang berkunjung ke tempat tersebut mengatakan, sangat menyayangkan melihat kondisi KWM seperti ini.
“Padahal suasananya enak dipinggir sungai, teduh, tapi sayang kemasan kiosnya banyak yang kumuh” ujar wisatawan tersebut yang enggan disebutkan identitasnya.
Sebelumnya PLT Kepala Dinas Koperasi Norbiansyah mengatakan dalam waktu dekat akan mendata kembali anggota koperasi yang masih bertahan disana. “Sekalian nanti akan kita rombak kepengurusan koperasi yang menangani unit usaha yang ada di KWM tersebut,” katanya.
Namun Norbiansyah tidak menyebutkan kapan akan dilaksanakan pandataan dan perombakannya yang disebutkannya tadi. “Yang jelas pada tahun 2020,” cetusnya.
Reporter : Zakir
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Zakir



















