Kalimantan Selatan, Kasus Stunting Angkanya Masih Tinggi

  • Whatsapp
Kasus Stunting

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan sebut kasus stunting di Kalsel masih tinggi dan membuat upaya preventifnya pun turut menjadi prioritas pada program nasional, berkaca pada lima tahun terakhir persentasinya turun namun masih berada dibawah standar angka nasional.

“Kalau nasional persentasinya ada di angka 30, kita masih berada di 33 dari semua yang terukur 4 juta balita se-Kalsel,”ucap Muslim selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

Menurutnya, hal ini membuat Indeks pembangunan kesehatan masyarakat (IPKM) di Kalimantan Selatan meningkat, dinilai dari sejumlah riset yang diukur setiap lima tahun sekali pada tahun 2019 menempati posisi 24 dari 34 Provinsi se-Indonesia.

Kasus Stunting Semakin Tinggi di Kalsel

Ia mengatakan nilai IPKM tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan IPKM tahun 2013 diposisi 31 dari 33 Provinsi.

BACA JUGA:  Rifqinizami Siap Bantu Kalsel Jadi Penyangga IKN

“Jadi ini ada kenaikan dan dapat dilihat dari loncatan progres. Walaupun kita masih berada dibawah Nasional 10 besar tetapi kita sudah berada dipapan tengah maka dari itu upaya-upaya ini harus dilakukan,”ucapnya usai Hari Puncak Kesehatan Nasional ke-55 di Rattan Inn, Rabu (20/11) Malam.

Muslim melanjutkan, ada lima prioritas yang harus dituntaskan dalam masalah kesehatan di Kalsel yakni penurunan stunting yang masih tinggi, menurunkan angka kematian Ibu dan Anak, meningkatan cakupan serta mutu imunisasi, penyakit tidak menular se-Indonesia, meeliminasi penyakit menular seperti TBC.

“Jadi kelima penyakit ini yang harus diprioritaskan, dicegah serta dikendalikan,”tutupnya.

Reporter : Aya
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Aya

Pos terkait