Wartaniaga.com, Banjarmasin – Wacana pembangunan bandar udara di kawasan Banua Anam dan akses jalan Hulu Sungai Poros 2 harus terwujud pada tahun 2022/2023 mendatang agar tidak ada wilayah di kawasan Hulu Sungai yang terisolir.
Komisi V DPR-RI, Rifqinizamy Karsayuda mengatakan posisi Hulu Sungai Tengah yang berada tepat di jantung Banua Anam dinilai tepat untuk dijadikan lokasi bandar udara baru, selain itu jalan Hulu Sungai poros II yang meliputi Banjarmasin-Marabahan-Tabalong harus terealisasi.
“Jadi kita mengikhtiarkan pembangunan jalan ini sebagai jalan alternatif dari jalan Hulu Sungai yang sekarang, Insya Allah di tahun 2022-2023 kita akan punya jalan baru, Hulu Sungai juga harus punya bandara, karena akses Hulu Sungai keluar daerah harus mudah,”ucapnya kepada wartaniaga.com, Rabu (23/11).
Rifqinizamy melanjutkan, rute dari jalan Hulu Sungai Poros II itu dari Banjarmasin-Marabahan-Margasari- Nagara-HSU-Kalua-Tabalong sampai dengan ke Kaltim. Selain membuka jalan baru, disana akan tumbuh pusat perekonomian dan pertumbuhan baru di Kalsel.
“Kendala disana ada 96 km lahan yang belum dibebaskan dari Margasari hingga Tabalong, nanti kami akan memanggil 4 Bupati yang wilayahnya belum dibebaskan bersama Gubernur Kalsel serta Dirjen Bina Marga yang sudah diagendakan bulan depan,” ungkapnya.
Wujudkan Jalan Hulu Sungai Poros
Sementara itu, Rifqinizamy mengatakan disisi lain Kementerian PU dan Komisi V sudah siap untuk menggelontorkan dana ditahun 2021 menyelesaikan anggaran pembangunan jalan dengan syarat pembebasan lahan sudah beres.
“Kita ingin Kabupaten itu menganggarkan di APBD masing-masing untuk pembebasan lahan,” tutupnya.
Reporter : Aya
Editor Muhammad Zahidi
Foto : Aya




















