Pilkada Kalsel, Dipengaruhi Kesiapannya Penyangga IKN

Pilkada Kalsel, Dipengaruhi Kesiapannya Penyangga IKN

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Selatan tahun 2020 nampaknya akan berbeda dari pilkada sebelumnya, pasalnya sejumlah bakal calon nantinya tidak hanya dituntut untuk sukses membangun banua, namun juga dituntut untuk menyiapkan provinsi Kalimantan Selatan sebagai kawasan penyangga Ibukota Negara (IKN) yang baru.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Deddy Supriadi mengatakan ketika perpindahan Ibu Kota Negara yang baru maka otomatis, Provinsi Kalsel berstatus sebagai penyangga, sehingga harus di persiapkan manajemen perubahan untuk para calon pemimpin yang akan bertarung di pilkada tahun 2020 nanti.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami berharap para tim sukses yang menyiapkan visi dan misi bisa mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi, seperti yang sebelumnya tidak ada, sekarang menjadi kenyataan, dengan menyiapkan SDM dan infrastrukturnya,” katanya kepada wartaniaga.com usai pembukaan Dialog Kebangsaan di Hotel Rattan Inn, Kamis (31/10).

Pilkada Kalsel, Dipengaruhi Kesiapannya Penyangga IKN

Asisten II Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Heriansyah mengatakan Provinsi Kalsel sebagai daerah penyangga Ibu Kota yang baru sudah semestinya menyiapkan pemimpin yang kuat serta sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi sehingga pola pikir masyarakat sudah siap dekat dengan Ibu Kota Negara.

“Ada nya dialog kebangsaan ini mudah-mudahan bisa memberi pemikiran bagi pemerintah provinsi kalsel sebagai kerangka kerja yang terperinci untuk pelaksanaan pembangunan kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Antropologi Universitas Indonesia, Hermansyah mengatakan persiapan masyarakat Banjar yang mudah berkomunikasi serta kompak untuk menyangga Ibu Kota Negara menjadi potensi yang besar untuk dipergunakan dalam persiapan menerima tamu dari luar agar dapat bersinergi dalam keberagaman.

“Karena pasti daerah penyangga itu akan kedatangan tamu, imigrasi baru akan datang baik mereka sebagai tenaga ahli, maka ini lah kesiapan penduduk asli mengambil kesempatan peluang juga sekaligus tantangan yang harus kita persiapkan dengan baik,” ucapnya.

Hermansyah melanjutkan, tentunya hal ini nantinya akan memerlukan seorang pemimpin yang berkarakter, yang bisa mengayomi masyarakat religius, dengan kemungkinan mengangkat daerah ini sebagai daerah yang religius untuk dipertahankan.
“Karena kita sebagai masyarakat yang religius, maka ada kemungkinan daerah ini sebagai daerah yang religius yang kita pertahanankan, bagaimana bisa menjadi orang-orang yang salah kalau pendidikan agama kita sudah bagus, inilah buktinya masyarakat kita religius harus dibuktikan dengan perilaku tidak hanya omongan saja,” tutupnya.

Reporter : Aya
Editor : Mukta
Foto : Aya

Pos terkait