Lama Menunggu, Pasien RSUD Idaman Protes

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Merasa dikecewakan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman Banjarbaru, Aldi Wira Saputra keluhkan pelayanan di RS yang menjadi kebanggaannya tersebut.

Menurut Aldi, keluhan itu bermula saat kedatangannya ke RS untuk berobat iritasi kulit yang diderita pada selangkangan kakinya. Karena bosan menunggu, ia mulai bertanya kenapa lama menunggu, apalagi saat itu masih sepi pasien.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Singkat cerita, akhirnya ia langsung menanyakannya ke pihak pelayanan, namun ia kembali diminta menunggu karena alasan peraturan.

“Maunya dibawa ke puskesmas tapi karena tidak lengkap jadi dibawa RS sini tapi harus ngantrinya lama banget sekarang ya dicampur lagi sama pasien lain padahal cuma cek kulit aja loh,” ujarnya kepada Wartaniaga.com, Senin (30/9).

Ia menilai, birokrasi yang dibuat RS itu belum sesuai dengan standart pelayanan masyarakat seperti kurangnya tenaga pelayanan (Costumer Service) dikasir dan semua pasien yang ingin melakukan perawatan dicampur aduk jadi satu hingga membuat proses antri menjadi lambat.

“Kalau dilihat seperti keadaan seperti ini harusnya tenaga SDMnya ditambah kalau perlu pasien yang ingin berobat ringan dan berat dibedakan lah, jangan dicampur akhirnya jadi lama ngantrinya,” cetusnya.

Keluhan senada juga dialami oleh Rahmi, saat membawa suaminya untuk cek kondisi kesehatan akibat penyakit komplikasi paru-paru yang dialaminya ke dokter spesialist. Karena terlalu lama menunggu antrian dikasir suaminya tersebut sempat lemas hingga membuat Ia harus meminta agar secepatnya dibawa ke poliklinik yang menangani pasien tersebut.

“Sempat lemas karena antriannya panjang, jangan lagi seperti itu, kalau bisa dipisah aja antara pasien yang akut sama yang masih aman ditangani,” bebernya.

Menanggapi itu, Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman Banjarbaru, Siti Ningsih, mengatakan pihak pasien memang harus mengikuti sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Rumah Sakit kecuali darurat.

“Masalah yang dialami oleh Aldi sudah kita layani dengan baik, walaupun harus sesuai prosedur seperti antri melalui kasir dulu kecuali pasien mengalami koma atau darurat sekali kita akan utamakan,” ucapnya.

Sementara itu, Siti, juga menjelaskan pasien yang tidak mengalami keadaan yang bersifat buruk untuk keadaan terhadap pasien, maka setidaknya harus membayar terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan berbeda dengan penyakit yang masih bisa diantisipasi.

“Kalau pasien umum yang tidak terlalu berisiko ya harus bayar dulu baru dapat pemeriksaan, beda untuk pasien gawat darurat tidak usah mengantri pun sudah bisa langsung ke IGD,” tandasnya.

Namun, saat ditanya soal penanggulangan tentang antrian yang terlalu membludak serta antisipasinya, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman Banjarbaru sementara akan menampung dan mempertimbangkan usulan dari pasien.

Reporter : Riswan
Editor : Hamdani
Foto : Riswan

Pos terkait

banner 468x60