PT. BEI Kenalkan Aplikasi Webinar

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Seiring berkembangnya teknologi digital sekarang ini potensi besar memberikan peluang untuk kemajuan pasar modal Indonesia. Memanfaatkan peluang tersebut, PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenalkan aplikasi Webinar melalui acara Public Expose Live 2019.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Aplikasi Webinar tersebut adalah salah satu website berbasis internet serta memungkinkan penggunanya untuk mengadakan seminar, talk show, diskusi dan kegiatan lainnya yang dilakukan secara online tanpa mengharuskan penggunanya untuk bertatap muka.

Sekretaris PT. BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan, meskipun dapat disaksikan melalui Webinar, investor institusi turut diundang untuk menghadiri acara tersebut dengan bertatap muka secara langsung, investor institusi yang dimaksud adalah perwakilan dari analis perusahaan sekuritas, manajer investasi, asuransi, dana pensiun, pengurus Asosiasi Analis Efek Indonesia, pengurus Asosiasi Dana Pensiun Indonesia dan pengurus Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indoneaia (APRDI).

“Pengenalan ini mengundang para investor yang terdiri dari banyak institusi,” ucapnya.

Ia melanjutkan, sedangkan paparan publik dari 42 perusahaan tercatat, tambahnya, merupakan rangkaian dari acara public Expose 2019 yang diselenggarakan oleh PT. Bursa Efek Infonesia (BEI), PT. Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang diselenggarakan di Area Galeri BEI, selama enam hari serta dibagi menjadi dua periode, periode pertama pada 19 hingga 21 Agustus 2019, kemudian kedua 26 hingga 28 Agustus 2019.

Selain itu, tujuannya adalah menempatkan BEI sebagai fasilitator untuk mempertemukan investor dengan perusahaan tercatat, membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara kedua belah pihak, serta meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja perusahaan tercatat di BEI.

Kriteria perusahaan yang dipilih adalah berurutan berdasarkan indeks kompas 100 dan LQ45 yang belum melakukan paparan publik, perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar tinggi namun tidak masuk dalam indeks, dan kriteria terakhir adalah perusahaan tercatat yang baru mencatatkan saham perdananya di BEI.

Reporter : Alfian Noor
Editor : Hamdani
Foto : Alfian Noor

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60