Walikota Apresiasi Atas Temuan Alat Penyaring Limbah Pewarna Sasirangan

Walikota Apresiasi Atas Temuan Alat Penyaring Limbah Pewarna Sasirangan

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Pengrajin kain sasirangan kini di anjurkan untuk mampu mengelola limbah sisa dari proses pewarnaan yang di lakukan guna memberikan motif pada kain khas Kalimantan Selatan tersebut.

Pasalnya, dari pengakuan penemu alat penyaring air limbah sasirangan, Riza Aspihany mengatakan rata-rata para pengrajin kain sasirangan masih membuang sembarangan air bekas proses pewarnaan yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi lingkungan.

“Mereka masih membuang limbah pewarna kain itu langsung ke kolong rumah atau ke sungai, belum tidak melalui proses sterilisasi terlebih dahulu,” ucapnya pada wartaniaga.com, Kamis (05/03) Siang.

Alat Penyaring Limbah Pewarna Sasirangan

Hal itulah yang membuat lelaki bertubuh gempal itu terdorong untuk membuat alat penyaring itu dengan peralatan yang sederhana.

“Alat ini berguna untuk menetralkan tingkat kebasaan dari air tersebut. Jadi tidak mencemari lingkungan kalau dibuang ke alam,” ujarnya.

Ia mengaku bermodalkan Rp 500 ribu untuk merangkai alat tersebut. “Tidak perlu biaya mahal untuk membuat bumi kita aman dari cemaran limbah,” imbuhnya.

Pos terkait