“Supaya anak cucu kita nantinya masih tetap bisa menikmatinya,” tambahnya.
Selain itu, Pemerintah diminta untuk membatasi perkebunan- perkebunan seperti kelapa sawit dan karet agar hutan tetap lestari.
“Kalau memang kawasan itu ditetapkan untuk perkebunan, silakan saja dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya,” harapnya.
Lanjut, jangan membabat hutan yang dilarang pemerintah untuk perkebunan seperti hutan lindung agar tetap terjaga kelestariannya.
Paman Yani juga meminta destinasi wisata menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan baik, seperti membatasi jumlah pengunjung, menghindari kerumuman, menyediakan tempat mencuci tangan, sabun, hand sanitizer. Sambil pemerintah daerah melalui tim satgas terus memantau perkembangan kasus COVID-19.
Lebih lanjut, Jika terjadi lonjakan kasus yang siginifikan di daerah tersebut, baiknya wisata ditutup dan dibuka kembali jika kasus sudah melandai.
“Hal ini sebagai upaya mewujudkan kepariwisataan aman di tengah pandemi COVID-19,” pungkasnya.
Editor : Aditya



















