Wartaniaga.com. Banjarbaru – Pengembangan pertanian lahan basah berkelanjutan dan penguatan infrastruktur tata air menjadi fokus utama International Conference INTAN-HANDIL 2026, yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, praktisi, dunia usaha dan masyarakat dalam mendorong inovasi serta kolaborasi global.
Konferensi yang mengangkat tema “Memajukan Pertanian Lahan Basah Berkelanjutan dan Infrastruktur Dataran Rendah melalui Inovasi Rekayasa Hidrodinamika dan Kolaborasi Global” tersebut berlangsung di Mini Ballroom Grand Qin Hotel Banjarbaru, Rabu (7/10/2026).
Bagi Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), forum internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan lahan basah, khususnya Revitalisasi Polder Alabio yang memiliki luas sekitar 6.000 hektare dan menjadi bagian penting dalam menopang pertanian, perikanan serta kehidupan ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, mewakili Bupati HSU H Sahrujani menghadiri kegiatan tersebut. Turut hadir Sekretaris Daerah HSU Adi Lesmana, para Asisten, Staf Ahli, jajaran SKPD terkait, para camat dan kepala desa terkait, serta unsur pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, akademisi, peneliti dan peserta dari dalam maupun luar negeri.
Dalam sambutan Bupati HSU yang dibacakan Wakil Bupati Hero Setiawan, disampaikan apresiasi kepada Universitas Lambung Mangkurat, khususnya Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik, yang telah menggagas konferensi dan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Bupati menegaskan, bagi HSU, pembahasan mengenai lahan basah bukan semata persoalan teknologi pertanian atau infrastruktur tata air, tetapi menyangkut masa depan masyarakat yang kehidupannya bergantung pada ekosistem tersebut.
“Polder Alabio, tidak hanya merupakan infrastruktur tata air, tetapi bagian dari sistem kehidupan masyarakat yang menghubungkan air, lahan, pangan, ekonomi, lingkungan dan kehidupan sosial. Karena itu, revitalisasi Polder Alabio perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor dan didukung riset, teknologi serta pengetahuan masyarakat lokal” Kata Bupati.
Sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain pengelolaan banjir dan tata air, berkembangnya vegetasi air invasif, persoalan kualitas air, kebutuhan pemantauan hidrologi berbasis data, serta keberlanjutan ekosistem lahan basah.
Hal tersebut sejalan dengan visi HSU BANGKIT: Hulu Sungai Utara Berkeadilan, Unggul, dan Kreatif sebagai Pusat Agrominapolitan Penopang Logistik Kalimantan Selatan.
Melalui sejumlah program prioritas seperti SI TANI, Revitalisasi Polder Alabio, Closed Loop Itik Alabio, serta Konservasi Kerbau Rawa dan Perikanan Tangkap, Pemkab HSU terus mendorong pembangunan pertanian dan ekonomi daerah yang terintegrasi.
Pemkab HSU berharap Konferensi INTAN-HANDIL 2026 dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, model pengelolaan Polder Alabio yang terintegrasi, agenda riset dan inovasi yang aplikatif, sistem pemantauan hidrologi berbasis data, penguatan kapasitas masyarakat serta peta jalan revitalisasi Polder Alabio yang dapat dilaksanakan secara bertahap.
Selain konferensi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan field visit dan International Community Service ke sejumlah lokasi di Kabupaten HSU, di antaranya SMAN 1 Sungai Pandan, Rumah Pompa Polder Alabio, kawasan Itik Mamar, serta sentra anyaman purun dan eceng gondok di Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung kondisi kawasan lahan basah sekaligus berdialog dengan masyarakat untuk memahami potensi, tantangan dan praktik pengelolaan lahan basah di Kabupaten HSU.
Pemkab HSU siap membuka ruang kolaborasi bersama perguruan tinggi nasional dan internasional, kementerian dan lembaga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dunia usaha, lembaga penelitian, komunitas dan masyarakat.
Reporter : Darma Setiawan
Editor: Hariyadi



















