Gugup Tapi Rindu, Wartawan Dimata Joko Widodo Sang Presiden RI

Pers sendiri sebagai pilar ke-empat dalam demokrasi telah terbukti mendorong partisipasi masyarakat dalam Pileg dan Pilpres 2019 lalu.
“Saya berharap juga dalam Pilkada tahun ini di 270 daerah, dukungan pers bisa lebih dimaksimalkan lagi.”

Ditambahkan Presiden, Negara sangat membutuhkan kehadiran pers dalam prespektif yang jernih untuk berdiri didepan melawan penyakit information disorder (kekacauan informasi) yang sering dilakukan dengan sesengaja. Seperti memerangi hoaks, ujaran kebencian, dan semburan fitnah, yang juga mengancam kehidupan demokrasi di Indoneia. Pers juga harus mewartakan yang baik dan agenda-agenda besar bangsa Indonesia. Membangkitkan semangat yang positif yang mendorong produktivitas dan optimisme bangsa.

“Karena masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informasi yang sehat dan yang baik. Informasi yang baik memerlukan jurnalisme yang baik dan ekosistem yang baik. Oleh sebab itu ekosistem media harus di lindungi sehingga masyarakat mendapatkan konten berita yang baik. Untuk itu diperlukan industri pers yang sehat.” Tutup Orang nomor satu di Indonesia yang akrab di panggil dengan Jokowi itu dihadapan 4500 hadirin.

Sementara Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh menilai dengan peringatan HPN 2020 di Kalimantan Selatan, ada catatan ‘sambung’ yang harus dimaknai oleh para peserta.
“Yang pertama sambungan silaturahim. Kita bisa membayangkan kalau tidak ada forum HPN seperti ini bagaimana caranya wartawan ada dipolosok Papua sana, sampai NTT bisa bertemu hadir disini. Maka yang harus kita perkuat adalah silaturahim, bukan semata antar insan pers tapi juga bersama bapak presiden dan pemangku kepentingan.”

Pos terkait