DPRD Kalsel Desak Percepatan Perbaikan Pipa, Pasokan Air Bersih Jadi Prioritas

Wartaniaga.com, Banjarmasin– Komisi III bersama Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong percepatan perbaikan pipa intake Mandikapau di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, yang mengalami kebocoran dan berdampak terhadap distribusi air bersih ke sejumlah wilayah.

Upaya pemulihan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama instansi terkait dan mitra kerja di Ruang Komisi III, Lantai IV Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Rabu (14/10/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Rapat ini melibatkan perwakilan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin, BPBPK, Dinas PUPR, UPTD BPAM Regional Banjarbakula, PTAM Bandarmasih, PTAM Intan Banjar, dan PTAM Berkah Banua.

Dalam pembahasan, DPRD menyoroti gangguan distribusi air bersih yang masih dirasakan masyarakat. Selain meminta percepatan perbaikan pipa, para pihak juga membahas langkah jangka pendek untuk memastikan kebutuhan air bersih pelanggan tetap terpenuhi selama proses penanganan berlangsung.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Apt. Mustaqimah, menjelaskan bahwa gangguan pasokan air salah satunya disebabkan kebocoran pada sambungan pipa yang hingga kini masih dalam proses perbaikan.

Menurutnya, koordinasi antara BPAM Banjarbakula dan PTAM Intan Banjar menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah layanan Banjarbakula.

“Hari ini kita sudah melakukan rapat terkait kebutuhan air yang dialami masyarakat, terkait sulitnya mendapatkan air bersih di Kalimantan Selatan. Tadi sudah kita sampaikan dan rembukkan. Memang sedang terjadi kebocoran pada sambungan-sambungan pipa, jadi prosesnya masih dalam perbaikan,” ujar Mustaqimah.

Ia berharap kerja sama antarpengelola layanan air bersih dapat membantu mengatasi penurunan pasokan yang dirasakan masyarakat hingga distribusi kembali normal.

“Untuk jangka pendek, tadi ada koordinasi dari BPAM Banjarbakula dengan Intan yang memenuhi 80 ribu sambungan rumah. Mereka akan berkolaborasi untuk pemenuhan kebutuhan air di Banjarbakula. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini pemenuhan air yang sempat berkurang bisa kembali normal seperti biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengungkapkan bahwa distribusi air bersih di sejumlah wilayah belum sepenuhnya pulih karena tekanan air masih belum kembali normal setelah terjadinya kebocoran pipa intake Mandikapau.

Beberapa wilayah yang masih terdampak meliputi Sungai Ulin, Liang Anggang, Trikora, dan Guntung Manggis. Gangguan terutama dirasakan pelanggan yang tinggal di kawasan dengan elevasi lebih tinggi karena tekanan air belum mencukupi untuk menjangkau wilayah tersebut.

“Karena tekanan masih belum full, otomatis air tidak sampai ke sana,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, proses penanganan kebocoran pipa intake Mandikapau telah mencapai sekitar 70 persen. Sambungan pipa yang mengalami kebocoran sudah tersambung dan sebagian mulai menjalani pengujian aliran.

Tahap selanjutnya adalah pengecoran untuk memperkuat struktur di sekitar sambungan pipa yang dijadwalkan pada Jumat (16/10/2026).

“Estimasi penyelesaian persoalan ini satu pekan. Jumat ini dilaksanakan pengecoran sambungan pipanya,” katanya.

Melalui RDP tersebut, DPRD Kalsel berharap seluruh instansi dan pengelola layanan air bersih memperkuat koordinasi agar perbaikan dapat diselesaikan sesuai target. Langkah pemulihan juga diharapkan mampu mempercepat normalisasi distribusi air bersih sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kembali terpenuhi.

DPRD menegaskan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama, terutama ketika terjadi gangguan pada infrastruktur distribusi.

Editor: Aditya

Pos terkait