Wartaniaga.com, Banjar- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Farhan BSA, turun langsung membangun dermaga bagi warga Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Menariknya, pembangunan Dermaga Desa Tajau Landung murni dari dana pribadi, bukan dari APBD atau anggaran pemerintah.
Kedermawanan Habib Farhan BSA sontak menuai apresiasi luas dari masyarakat setempat.
Dermaga yang baru rampung itu kini menjadi akses vital bagi warga yang sehari-hari bergantung pada jalur sungai untuk beraktivitas mulai dari bekerja, berdagang, hingga mengangkut hasil pertanian.
“Semoga dengan selesainya dermaga ini, bisa memperlancar arus pulang-pergi warga, baik untuk bekerja maupun kegiatan
lainnya,” ujarnya.
Salah satu warga Tajau Landung, Sahri mengatakan sebelum dermaga itu berdiri, warga mengaku sering kesulitan naik-turun perahu terutama saat air pasang atau surut.
“Kalau dulu air sedang surut, kami harus hati-hati turun ke sungai. Kadang sampai jatuh karena licin. Sekarang,
“Alhamdulillah sudah ada dermaga yang layak. Dulu kalau air sedang surut warga harus berhati-hati untuk turun ke sungai, Kadang ada yang terjatuh karena licin. Terima kasih banyak kepada Habib Farhan,” ungkap Sahri, salah seorang warga Tajau Landung dengan wajah sumringah.
Lanjut, Bagi warga lanjut usia dan anak-anak, dermaga ini juga membawa perubahan besar. Tak ada lagi yang harus melompat dari tepian sungai atau meniti papan seadanya. Kini, aktivitas warga menjadi lebih mudah, aman, dan manusiawi.
“Langkah Habib Farhan menjadi teladan. Politik kemanusiaan yang ia tunjukkan membuktikan bahwa jabatan tak harus dijalankan dengan seremonial dan laporan, tetapi bisa dengan empati dan aksi nyata, kami berharap semoga wakil rakyat lain bisa meniru langkah seperti ini. Kalau semua peduli seperti Habib, masyarakat kecil pasti terbantu,” kata Rahmah, tokoh masyarakat setempat.
Desa Tajau Landung memang termasuk wilayah yang masih mengandalkan transportasi sungai sebagai jalur utama mobilitas.
Daerah ini dikenal memiliki potensi ekonomi dari pertanian dan perikanan, di mana keberadaan dermaga menjadi fasilitas vital bagi kelancaran kegiatan warga.
Aksi sosial semacam ini menjadi bukti bahwa fungsi pengabdian seorang anggota legislatif tak berhenti di meja sidang. Kadang, bentuk paling tulus dari pelayanan justru lahir dari tindakan sederhana yang menyentuh langsung kehidupan rakyatnya.
Editor: Aditya




















