PWMOI dan Relawan Prabowo Gelar Pelatihan Anti-Korupsi: Dorong Jurnalis, Pemuda, dan Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Pemberantasan Korupsi

Foto : Slogan PWMOI kolaborasi dengan Relawan Prabowo, (istimewa)

Wartaniaga.com, Jakarta – Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) bersama Relawan Prabowo menggelar program pelatihan anti-korupsi yang menyasar jurnalis, pemuda, dan mahasiswa di berbagai daerah. Langkah ini diambil sebagai bentuk konkret dukungan terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam perang melawan korupsi yang telah lama menggerogoti sendi-sendi bangsa.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo secara tegas menyerukan kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan tindak penyelewengan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Bahkan, ia menyatakan siap berhadapan langsung dan berani mati dalam memberantas korupsi demi menyelamatkan masa depan Indonesia.

Merespons seruan tersebut, PWMOI dan Relawan Prabowo menilai pentingnya peningkatan kapasitas jurnalis, khususnya dalam memahami dan mengawal isu-isu korupsi. Terlebih di era digital saat ini, media online tumbuh pesat, namun banyak jurnalis pemula belum dibekali pengetahuan memadai soal pemberitaan kasus korupsi yang kerap bersinggungan dengan aspek hukum dan etik jurnalistik.

“Peningkatan kompetensi jurnalis menjadi kunci. Dengan begitu, mereka dapat menyajikan informasi akurat tanpa melanggar kode etik atau hukum. Ini bagian dari peran pers yang sehat dalam mendukung agenda bersih-bersih korupsi ala Prabowo,” tegas Ketua Umum PWMOI, Kanjen Raden Haryo (KRH) HM. Jusuf Rizal, SH dalam keterangannya di Jakarta.

Wartawan senior berdarah Madura-Batak yang juga dikenal sebagai aktivis anti-korupsi itu menambahkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan menciptakan jurnalis-jurnalis lokal yang andal dan berintegritas. Program One Village, One Journalist pun dicanangkan untuk memastikan setiap desa memiliki jurnalis yang siap menjadi mata dan telinga rakyat terhadap jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Tak hanya untuk jurnalis, pelatihan ini juga menyasar kalangan pemuda dan mahasiswa sebagai generasi bonus demografi yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045. Diharapkan, mereka tumbuh dengan kesadaran dan sikap tegas menolak segala bentuk praktik korupsi.

Rencananya, pelatihan ini akan digelar di 20 kota besar yang tersebar di provinsi-provinsi dengan tingkat korupsi tertinggi, berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). PWMOI juga akan mengajak sejumlah lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, Kepolisian, serta DPR sebagai narasumber utama dalam pelatihan.

“Kami berharap BUMN, BUMD, instansi pemerintah, dan sektor swasta dapat mendukung kegiatan ini. Program ini akan kami laporkan langsung kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk sinergi masyarakat sipil dan relawan dalam mendukung pemerintahan yang bersih,” tegas Jusuf Rizal, yang juga menjabat sebagai Sekjen Perkumpulan Perusahaan Media Online Indonesia (MOI).

Pos terkait