Inspektorat HSS Gelar Pelatihan Audit Dasar, Dorong Penguatan Pengawasan Pemerintahan

Wartaniaga.com,Kandangan-Mendorong penguatan pengawasan internal yang profesional dan berintegritas, Inspektorat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar Pelatihan Audit Tingkat Dasar yang resmi dibuka oleh Wakil Bupati HSS, H. Suriani, di Hotel Novotel Banjarbaru, Senin (14/7).

Pelatihan ini akan berlangsung selama lima hari, dari 14 hingga 18 Juli 2025, dengan total durasi pelatihan mencapai 50 jam.

Sebanyak 33 peserta yang terdiri dari 14 pria dan 19 wanita turut ambil bagian. Seluruhnya merupakan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dari lingkungan Inspektorat Kabupaten HSS.

Dalam sambutannya, Wabup H. Suriani menyampaikan apresiasi atas dukungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Selatan yang ikut mendorong peningkatan kapasitas SDM pengawasan di daerah.

“Audit bukan sekadar kewajiban administratif. Ia adalah alat penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas tata kelola pemerintahan,” ujar Suriani.

Suriani menegaskan bahwa audit internal memegang peran strategis dalam menciptakan tata kelola organisasi yang sehat.

“Kami berharap pelatihan ini diikuti dengan sungguh-sungguh dan dapat diimplementasikan langsung dalam tugas-tugas pengawasan di lapangan,” tambahnya.

Pelatihan ini mengacu pada kurikulum resmi dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) BPKP. Materi yang diberikan mencakup sejumlah topik penting seperti pengantar audit, peran audit intern, kode etik profesi, proses audit, perencanaan hingga pelaksanaan, serta pemanfaatan hasil audit.

Materi disampaikan oleh widyaiswara dan auditor ahli dari BPKP Provinsi Kalimantan Selatan yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Inspektur Kabupaten HSS, Kiki Ramawati, turut menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan mutu pengawasan serta membangun birokrasi yang bersih dan melayani.

“Ini juga menjadi langkah awal dalam mendukung penerapan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, serta target Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” jelas Kiki.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar benar-benar memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana menambah wawasan dan keterampilan

“Gali ilmu sebanyak-banyaknya, dan jangan ragu untuk menerapkannya demi mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

Reporter:Amutz
Editor:Hariyadi

Pos terkait