Wartaniaga.com, Banjarmasin – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng) bersama Kementerian Keuangan Satu Kalimantan Selatan kembali melakukan publikasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bertempat di Aula Barito Kanwil DJP Kalselteng, kegiatan Publikasi Assets Liabilities Committee (ALCo) diselenggarakan setiap bulan dengan tujuan memublikasikan kinerja fiskal dan ekonomi pembangunan di Kalimantan Selatan, Rabu (27/5).
Ekonomi Kalsel tumbuh 4,81%, Kondisi Neraca Perdagangan masih tetap surplus, kondisi perekonomian di Kalsel sampai April 2025 masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik.
Pada Triwulan I 2025 perkonomian di Kalsel tumbuh 4,81%. Pertumbuhan ini ditopang oleh lapangan usaha Pertambangan dengan kontribusi 28,33%.
Beberapa indikator menunjukkan keadaan perekonomian di Kalsel masih terjaga antara lain :
1. Tingkat inflasi April 2025 masih terkendali dan tercatat mengalami inflasi sebesar 1,57% (yoy), lebih rendah dari Nasional yang mencapai 1,95%.
Secara bulanan inflasi periode ini, meningkat jika dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya mencapai 1,03%.
Komuditas penyumbang inflasi di Kalsel antara lain emas perhiasan, ikan gabus, minyak goreng, cabai rawit dan sigaret kretek.
2. Neraca perdagangan di Kalsel masih melanjutkan tren positif dengan surplus sebesar US$825,69 juta.
Perlu diwaspadai, karena kondisi menurun 23,32% (yoy), sementara secara bulanan mengalami peningkatan 0.08% (MTM).
Penting surplus neraca perdagangan pada April 2025 secara bulanan disebabkan oleh nilai impor yang terkoreksi cukup signifikan sebesar – 25,38% (MTM), sedangkan nilai ekspor juga mengalami kontraksi tipis sebesar -3,32% (mtm).
Nilai ekspor pada April meningkat disebabkan peningkatan volume ekspor Batubara. Dari sisi impor mengalami penurunan yang disebabkan oleh penurunan importasi minyak petroleum, mesin pengangkut ( mis; conveyor dan lift) kapal/kendaraan air seperti kapal feri, cargo, dan tongkang.
Sementara itu, Kinerja APBN untuk target pendapatan Kalsel tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 22.02 triliun.
Sampai dengan Februari 2025, kinerja APBN dari pendapatan terealisasi Rp 3.34 triliun atau 15,16% dari target. Capaian ini mengalami kontraksi 44,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penerimaan perpajakan mendominasi pendapatan negara. Dari sisi belanja negara, dari pagi sebesar Rp 37.86 triliun, telah terealisasi sebesar Rp 10.11 triliun atau 26.71% dari pagu.
Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp 2,0 triliun atau 20,13% dari pagu, sedangkan Belanja Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 8.11 triliun atau 29,06%.
Pada tahun 2025, pagi untuk belanja APBN Kalsel menurun 9,19%. Penurunan pagu tersebut turut berkontribusi pada melambatnya pertumbuhan belanja APBN di Kalsel s.d. Maret 2025.
Jenis belanja TKD masih mendominasi struktur belanja APBN di Kalsel dengan kontribusi 80,18% dari total belanja APBN.
Di tengah implementasi kebijakan efisiensi anggaran, kinerja penyerapan belanja APBN terus dijaga agar memberi dampak positif bagi perekonomian Kalsel.
Kemudian kepala Kanwil DJP Kalselteng Syamsinar turut menyampaikan penerimaan PPh Non Migas sebesar Rp 2.68 triliun, mengalami kontraksi sebesar 16,29%.
“Penerimaan PBB sebesar Rp 33.26 miliar, dan mengalami kontraksi sebesar 71,52%. Untuk kontraksi penerimaan PBB ini dikarenakan WP yang melakukan pembayaran selain tahun berjalan mengalami penurunan,” terangnya.
Selanjutnya, Syamsinar menjabarkan penerimaan PPN dan PPnBM sebesar -Rp 629.99 miliar, mengalami kontraksi sebesar 134,56%, karena restitusi yang meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (sebesar Rp 2.76 triliun, sedangkan penerimaan PPN dan PPnBM sebesar Rp 2.13 triliun).
Ia juga menjelaskan bahwa untuk penerimaan Pajak Lainnya sebesar Rp 311.53 miliar, tumbuh sebesar 8.753,76% dari penerimaan tahun lalu.
“Untuk realisasi pelaporan SPT Tahunan di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, hingga 27 Mei 2025 telah mencapai 398.462 dari target 418.894 atau sebesar 95,12%,” imbuhnya.
Jika dirinci lanjut Syamsinar, jumlah SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi (OP) yang telah dilaporkan sebanyak 372.658, sedangkan SPT Tahunan PPh Badan tercatat sebanyak 25.804.
“Secara lebih khusus, di wilayah Kalimantan Selatan telah diterima sebanyak 253.551 SPT, yang terdiri atas 236.418 SPT Tahunan PPh OP dan 17.133 SPT Tahunan PPh Badan,” ujar Syamsinar.
Syamsinar mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa waspada terhadap segala bentuk penipuan mengatasnamakan DJP.
Ia juga mengimbau untuk tidak mengunduh aplikasi atau file mencurigakan dari nomor tak dikenal. “Memberikan informasi data sensitif seperti nama ibu kandung, tanggal lahir, nomor telepon, alamat dan lainnya, melakukan transfer ke nomor rekening pribadi atau memberikan kode unik One Time Password (OTP),” tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Walikota Banjarmasin M Yamin, perwakilan pimpinan SKPD kota Banjarmasin, Pimpinan Unit Eselon I Kemenkeu Satu Kalsel, serta media di wilayah Banjarmasin.
Editor : Eddy Dharmawan




















