Paman Yani Ajak Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

Wartaniaga.com, Tanah Bumbu – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi atau yang kerap disapa Paman Yani, terus mengingatkan agar masyarakat di Tanah Bumbu tidak mudah terintimidasi dan terprovokasi dengan paham-paham baru yang sekiranya dapat menyebabkan perpecahan.

 

“Kita ketahui kan masyarakatnya majemuk semua. Makanya saya berpesan agar tetap jaga kekompakan serta dapat menjaga erat persaudaraan hingga tali silaturahmi antar suku hingga budaya,” ujarnya usai menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (21/7) sore.

 

Ditambah lagi, paham-paham yang memaksakan untuk memeluk keyakinan lain juga harus menjadi perhatian. Mengingat, pemahaman ini yang mudah mendorong tumbuhnya sikap radikalisme dikalangan masyarakat.

 

“Dengan adanya sosialisasi ini tentu diharapkan paham-paham lain tidak mudah disisipi ke arah yang negatif. Sehingga, kekokohan dan semangat berbangsa dapat terus kita perjuangan,” tutur legislator yang membidangi ekonomi dan keuangan tersebut.

 

Disisi lain, ia menyebutkan, untuk dapat lebih memperkuat kesatuan dan persatuan dikalangan masyarakat. Tentu, bisa dilakukan dari lingkup yang paling kecil.

 

“Ada desa dan kelurahan. Dengan pemberian materi ini masyarakat tidak mudah lagi terprovokasi. Terlebih, menjelang pemilu 2024 masyarakat sudah cerdas dalam mengambil sikap karena setidaknya mampu memahami dari penyampaian sosialisasi tersebut,” ucap legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru yang sering akrab disapa Paman Yani.

 

Sementara itu, Kassubid Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik Bakesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko, mengatakan, saat ini penanaman ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sangat penting dilakukan. Apalagi, dalam menjaga keamanan negara harus didasari dengan mengamalkan nilai-nilainya.

 

“Jangan sampai kita mudah terhasut apalagi di Tanbu ini masyarakatnya beraneka ragam jadi tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, saat ini diketahui jejaring media sosial juga sangat tinggi. Maka dari itu, bijak lah menggunakan medsos,” bebernya.

 

Terlebih, kata dia, selain memahami setiap isi dari nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Masyarakat juga perlu mengamalkan empat pilar berbangsa dan bernegara. Agar mampu menciptakan stabilitas perdaiaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Tentu saja untuk menciptakan rasa nasionalisme, cinta tanah air. Sehingga, paham-paham radikalisme atau pun sebagainya dapat dibendung. Apalagi, kita ketahui tahun ini sudah memasuki tahun politik sehingga perlu adanya penanaman ini,” jelasnya.

 

Sekdes Gunung Antasari, Taufik Rahman, mengungkapkan, sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Mengingat, pemberian wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila penting ditanamkan.

 

“Tentunya kami sangat berterima kasih atas materi dan ilmu yang disampaikan,” singkatnya.

 

Editor: Aditya

Pos terkait

banner 468x60