Diduga Uang Koperasi Digelapkan, Anggotanya Minta Polisi Turun Tangan

DEMO: Saat Mapolsek Pulau Laut Barat di demo masyarakat yang mengatasnamakan anggota Koperasi Sipatuo.

Wartaniaga.com,Kotabaru- Diduga ada Pengurus Koperasi Sipatuo di Kecamatan Pulau Laut Barat menggelapkan uang milayaran rupiah, ratusan anggotanya berdemo di Mapolsek setempat, Senin (24/7).

Terpantau di lapangan, pendemo berjalan sambil orasi menggunakan pengeras suara dan mengentengkan poster.

Tulisannya, “pak polisi bantu kami penjarakan oknum pengurus yang mementingkan perutnya sendiri”.

Melihat dan mendengar tersebut, Kapolsek IPTU M Amir Hasan didampingi Danramil 1004 Pulau Laut Barat Kapten Inf Damuri Koramil langsung menutup Mapolsek sembari bernegosiasi kepada pendemo agar menjamin tidak ada yang berbuat anarkis.

Koordinator Lapangan (korlap), Kusmansyah menjamin masanya tidak akan anarkis. Akhirnya, ratusan masyarakat diizinkan masuk ke halaman Mapolsek.

Setelah masa aksi mulai tenang dan tidak berorasi, Kapolsek mempersilahkan tiga orang masa aksi untuk menuangkan semua apa yang dikeluhkan dan dilaporkan.

Ketiga perwakilan tersebut yakni Korlap, Kusmansyah dari Desa Kampung Baru, Mantan Kepala Desa Tata Mekar, Abdurahman mewakili petani plasma dan Mantan pengurus dan anggota aktif Koperasi Sipatuo, Ali Suryatno

Kusmansyah menyampaikan, meminta Polisi turun tangan karena adanya dugaan penggelapan uang yang dilakukan salah seorang pengurus Koperasi Sipatuo.

“Saya mendengar ada dana sekitar Rp 1,6 miliar dan itu tidak ada sedikitpun dibagikan kepada kami. Sedangkan Informasi yang kami dapat dananya sudah habis,” terangnya.

Ditambahkan Abdurahman, pihaknya menuntut, kalau memang ada dugaan penggelapan yang dilakukan pengurus dengan bukti yang kuat agar bisa diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku.

“Kalau memang ada dipidananya harus dipidanakan. Kalau memang masih ada duitnya tolong dibagikan ke kami,” ujarnya kecewa.

Sementara, Kapolsek Pulau Laut Barat berjanji akan mengkoordinasikan persoalan ini ke Polres Kotabaru.

“Terkait penggelapan apa yang disampaikan itu kami juga minta mereka kumpulkan alat bukti lainnya agar ini bisa lebih terang,” katanya.

Dilanjutkannya, bukti sementara memang belum lengkap. Namun, pihaknya akan tetap memproses sambil mengunggu informasi lanjutan.

“Insyallah aksi yang berlangsung hari ini akan kami tangani dengan cepat agar mereka tidak melakukan aksi lanjutan,” tutupnya.

Sedangkan, Khumaidi salah satu Pengurus Koperasi Sipatuo saat dikonfirmasi Senin (24/8) melalui Whatsapp dan telepon tidak menjawab sampai berita ini ditayangkan.

Reporter: Jumain
Editor : Ahmad Yani

Pos terkait