GM Angkasa Pura I dan Ketua ADKI Kalimantan Selatan Sambangi Pulau Curiak

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Marabahan–Salah satu destinasi wisata Provinsi Kalimantan Selatan adalah Pulau Curiak, pulau ini terletak di desa Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan.

Untuk membangun suatu kawasan diperlukan sinergi semua pihak, baik pengelola, masyarakat sekitar, pemerintah daerah dan juga instansi atau perorangan yang peduli untuk kemaslahatan bersama.

Pulau Curiak merupakan kawasan Observasi dan Riset baik tanaman Mangrove flora dan fauna yang hidup dikawasan tersebut. Pulau yang sebelumnya hanya seluas 2,4 Ha kini menjadi 3,9 Ha atas restorasi dari para Sahabat Bakantan Indonesia(SBI) dalam penanaman pohon Rambai (Mangrove) sebanyak 2000 pohon sekitar tahun 2016.

Kemudian dipulau tersebut sebelumnya hidup sekitar 14 ekor Hewan Primata Bekantan merupakan hewan endemik pulau Kalimantan yang juga dilindungi oleh pemerintah.

BACA JUGA:  Dinas P2KBP3A Tala Apresiasi 555 Kader PPKBD

Sampai dengan akhir 2021 berkat SBI dan bekerjasama dengan beberapa pihak hewan tersebut berkembang menjadi 30 ekor dan sebagai penghuni tetap dipulau ini.

Pada hari Minggu, 26/12/2021 GM Angkasa Pura I Dony Subardono dan Ketua ADKI Prov Kalsel Darmawan Jaya Setiawan didampingi Amelia Rezki ketua Sahabat Bekantan Indonesia mengunjungi pulau ini.

Pada kesempatan tersebut juga melakukan penanaman pohon Rambai bersama-sama, ini adalah upaya agar tanah dan populasi dari hewan yang hidup disana bertambah nyaman.

Darmawan Jaya Setiawan mengatakan bahwa pohon Rambai (Mangrove Sungai) tersebut menghasilkan oksigen, bahkan lanjutnya dari hasil penelitian pohon ini bisa menyerap Karbondioksida 3 sampai 5 kali lipat dari pohon lainnya.

BACA JUGA:  Kodim 1001/Amuntai Menerima Kunjungan Tim Dalproggar Korem 101/Antasari

“Insya Allah menanam pohon adalah salah satu bentuk amal jariah yang menjadi warisan kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,”ujar mantan walikota Banjarbaru ini.

Sementara itu, Dony Subardono mengungkapkan bahwa Bekantan merupakan hewan khas Kalimantan Selatan, sehingga harus dilestarikan keberadaannya.

“Apa bedanya Bekantan dengan Komodo, pulau Komodo terkenal karena Komodonya, Kalimantan Selatan juga tidak kalah dengan Bekantannya yang harus dikenalkan kepada dunia,”tutupnya kepada wartaniaga.

GM Angkasa Pura I juga akan membantu pendirian Gazebo di pulau tersebut dan perbaikan jembatan yang sudah terlihat lapuk dan rusak akibat dimakan usia.

Amelia Rezki ketua Sahabat Bekantan Indonesia sangat berterimakasih atas kunjungan dan support yang luar biasa dari kedua orang-orang hebat ini, berkolaborasi dalam mengangkat ekowisata Bekantan.

BACA JUGA:  Pemkab Tala Tutup Objek Wisata di Libur Nataru

“Semoga kolaborasi dalam mengangkat ekowisata Bekantan dapat membawa atmosfir positif dalam mendukung program pemerintah menggaungkan pariwisata Kalsel mendunia,”harapnya.

Editor : Eddy Dharmawan

L

Pos terkait