Nikmat dan Lezatnya Kue Apam Kenari Kreasi Agus Sasirangan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarbaru- Kue apam identik dengan bahan tepung gandum atau tepung beras yang dibuat dengan campuran gula merah atau gula pasir sebagai pemanis dari kue apam tersebut.

Setelah itu kue apam dikukus atau dibakar menggunakan loyang bisa berbentuk bulat besar atau kecil dalam pembuatannya.

Dalam satu kotak ada varian rasa, yang berwarna coklat menggunakan tape singkong dan warna hijau menggunakan tape beras sebagai bahan dalam proses pembuatannya.

Beralamat di jalan Kayu Manis 10 berdekatan dengan Dinas Kesehatan Banjarbaru, Chef Agus Sasirangan menjual dan membuat kue/wadai kreatif ini dengan memperhatikan prokes yang ketat.

“Rasanya enak dengan tekstur yang lembut dan sekilas tampilannya mirip perpaduan antara muffin dengan bolu kukus,”ujar Darmawan Jaya ketua DPD Nasdem kota Banjarbaru ketika mengunjungi Toko Dedaunan milik Chef Agus Sasirangan bersama dengan anak-anaknya, Senin (16/8).

BACA JUGA:  Tingkatkan Perekonomian, Indocement Gelar Pelatihan Budidaya Ikan

Menurutnya, produk dari Chef Agus tersebut adalah bentuk inovasi untuk mengangkat kue/wadai tradisional Banjar dan diversifikasi produk yang berbahan dari tanaman hortikultura lokal seperti pisang awa dan waluh (labu,red).

Buah pisang awa yang sering dibuat olahan Rimpi di Binuang kabupaten Tapin ini dijadikan salah satu bahan utama dalam pembuatan Cake Pisang Awa. Seperti kita ketahui buah Pisang Awa ini sangat baik apabila dikonsumsi bagi orang dengan gangguan asam lambung (sakit maag).

Meskipun masih dalam masa pandemi saat ini, ekonomi masyarakat harus tetap bergerak. Pelaku usaha harus tetap mempunyai penghasilan agar tetap bisa menafkahi keluarganya, membayar gaji para pekerjanya dan juga bisa membantu orang lain.

BACA JUGA:  Dongkrak Industri Otomotif, Lazada Pasarkan Pojok Otomotif

Selain menjalankan usaha dengan penjualan langsung, masyarakat juga harus memanfaatkan tekhnologi digital.
Pemanfaatan penjualan dengan sistem online merupakan pilihan yang tepat bagi para pelaku usaha.

Penjualan secara online banyak memiliki keuntungan, dari pemanfaatan lokasi penjualan yang tidak menggunakan bahkan menyewa lahan promosinyapun bukan saja lokal tetapi mendunia.

Sedang penjualan secara offline harus memiliki tempat yang strategis, menerapkan protokol kesehatan baik bagi penjual maupun pembeli dalam menjalankan usahanya.

“Mari kita tetap semangat dalam menjalankan usaha baik offline maupun online dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, semoga pandemi ini segera berakhir,”tutup Darmawan Jaya.

Editor : Edy Dharmawan

L

Pos terkait