Mengharukan, Saat Iban ODGJ Mencium Tangan Babinsa Ketika Memberinya Makan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Pelaihari – Iban ( 18 ) langsung beranjak dari tempat tidurnya yang hanya beralaskan tanah dan bergegas menghampiri saat melihat kedatangan Serda Syaiful Bima.

Bingkisan makanan berupa nasi serta beberapa macam kue yang berada di tangan Babinsa Desa Martadah Koramil 1009-03/Bati-Bati tersebut dengan cepat langsung diraihnya.

Suasana tampak mengharukan saat Iban mengucapkan terima kasih seraya mencium tangan sang Babinsa yang dengan sabar menemaninya duduk ditepi jalan sambil menyantap nasi goreng hangat yang ada dalam bingkisan tersebut.

Nasehat serta pertanyaan sesekali disampaikan oleh Babinsa yang biasa di sapa dengan panggilan Bima tersebut, meskipun terkadang jawaban dari Iban ngelantur namun Bima dengan sabar mendengarkannya.

Perlu diketahui, menurut keterangan yang diperoleh dari warga dan aparat desa setempat bahwa Iban merupakan warga Desa Martadah, yang mengalami ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) sudah cukup lama.

Bila hari sudah mulai beranjak petang, Iban akan datang ketempat dia berada saat ini, yakni di bahu jalan Desa Martadah.
Ditempat tersebutlah kemudian dirinya tidur dan beristirahat.

BACA JUGA:  Tahap 4, BRI Amuntai- Peringin Salurkan 369 Bantuan untuk Pelaku Usaha Mikro

Kondisi kejiwaan Iban yang berubah-ubah membuat warga khawatir dan takut, dia bisa tenang dan diajak ngobrol oleh warga, namun dia bisa tiba-tiba mengamuk tanpa sebab sambil melemparkan batu kearah rumah warga.

Aparat desa dan warga sebenarnya sudah pernah membawa Iban untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa.
setelah menjalani perawatan beberapa lama di rumah sakit, Iban dianggap mengalami kemajuan dari segi kejiwaannya dan di pulangkan untuk menjalani perawatan dirumah.

Setibanya dirumah, warga dan aparat desa yang mengantar Iban pulang justru mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dan mengagetkan dari orang tuanya, bukannya senang, orang tua Iban justru terlihat marah dan mengatakan kenapa Iban dibawa pulang lagi, seharusnya biarkan saja Iban berada disana selamanya.

Alhasil mereka yang mengantar pun bingung, namun tak bisa berbuat banyak, usai menyerahkan Iban dan obat yang harus diminum secara rutin, mereka pun pamit pulang.

BACA JUGA:  Menarik Peminat Baca, Dispusip Tala Fasilitasi Pembaca dengan Sediakan Kedai Kopi

Agar kondisi kesehatan Iban bisa pulih, pihak rumah sakit telah memberi obat dan resep yang harus dikonsumsi Iban setiap hari secara rutin,

Warga sebenarnya sempat terkejut saat melihat Iban kembali tidur dipinggir jalan dengan kondisi tidak terurus, setelah ditelusuri didapatkan fakta bahwa ternyata obat yang selama ini mereka ambilkan dari rumah sakit tidak pernah di minumkan kepada Iban.

Ketua BPD Desa Martadah mengungkapkan saat ini pihaknya bersama bersama warga tengah mengupayakan agar Iban bisa mendapatkan perawatan.

H. A’an warga RT 4 yang kebetulan rumahnya berada di dekat lokasi Iban tidur menambahkan, sebenarnya pihak Desa berniat membangunkan sebuah bilik untuk Iban di dekat rumah orangtuanya, namun orangtuanya menolak dan tidak ingin Iban ada bersama mereka.

” Dengan kondisi arus lalulintas yang lumayan ramai seperti saat ini, sebenarnya sangat berbahaya bagi keselamatan Iban ” ucap H A’an.

BACA JUGA:  Dua Raperda Mendapat Apresiasi Positif DPRD HSU

Saprani, salah seorang warga sekitar berharap bantuan dari pihak-pihak terkait agar Iban bisa secepatnya mendapatkan perawatan, selain demi kebaikan Iban sendiri juga demi keamanan dan kenyamanan warga sekitar serta para pengguna jalan. ” Kami mohon bantuannya, lebih cepat lebih baik ” harapnya.

Serda Syaiful Bima mengungkapkan bahwa bila dilihat dari kondisinya saat ini, sebenarnya kemungkinan untuk sembuh bagi Iban cukup besar, karena dia masih bisa diajak berkomunikasi dan masih tau berterima kasih saat ada orang yang memberinya sesuatu.

Untuk merawat Iban sampai sembuh ada beberapa kendala yang harus dihadapi, salah satunya adalah orang tuanya sama sekali sudah tidak menginginkan keberadaan Iban bersama mereka.

” Menurut keterangan aparat desa, orang tuanya tidak ingin Iban tinggal bersama mereka lagi, setelah ini kami bersama warga dan aparat desa akan melakukan koordinasi mengenai bagaimana langkah selanjutnya yang akan lakukan untuk saudari kita Iban ” jelasnya.

Penulis : Tony Widodo

Pos terkait