Adapun aspek-aspek tersebut dapat dinilai dari indikator kinerja yang antara lain terdiri dari frekuensi revisi anggaran, kesesuaian rencana dengan realisasi anggaran, ketepatan waktu penyelesaian tagihan dan pendaftaran data kontrak, pengelolaan Uang Persediaan, ada tidaknya pagu minus, ketepatan waktu penyampaian LPJ Bendahara, pola penyerapan anggaran, jumlah pengembalian/kesalahan SPM, jumlah retur, ada tidaknya dispensasi, serta kedisiplinan dalam menginput data capaian output.

Selanjutnya disampaikan beberapa langkah penting yang harus diperhatikan oleh Satker dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran antara lain dengan Percepatan Pelaksanaan Program/Kegiatan/Proyek, Percepatan Proses Pengadaan Barang/Jasa (PBJ), penajaman substansi alokasi anggaran, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan anggaran.
Pada kesempatan ini juga disampaikan tentang Jabatan Fungsional bagi Pengelola Keuangan APBN. Ricky Taufanando sebagai pemateri kedua menjelaskan tentang panduan teknis penginputan data dan pendaftaran pegawai yang akan diajukan dalam jabatan fungsional tersebut.
Sosialisasi berjalan dengan lancar dan para peserta mengikuti dengan antusias.
Karena materi yang disampaikan sangat penting dan berkaitan erat dengan pelaksanaan tugas selaku pengelola APBN pada Satker masing-masing.
” Dengan sosialisasi ini diharapkan dapat menambah cakrawala dan semangat para pengelola keuangan Satker lingkup KPPN Pelaihari dan dapat meningkatkan kualitas belanja APBN di masa mendatang. Sehingga setiap rupiah yang disediakan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka mendukung tugas dan fungsi selaku penyelenggara Negara ” Pungkasnya.
Penulis : Tony Widodo




















