Lanjutnya, Bank Kalsel mencatatkan pertumbuhan kredit yang cemerlang sepanjang tahun 2020, bahkan berhasil menurunkan angka non performing loan (NPL) sebesar 0,82%. Hal ini juga tidak lepas dari unit bisnis yang dituntut harus lebih cermat dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Sehingga kualitas kredit tetap lancar, dapat terus tumbuh dan menurunkan NPL.
Peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun total sebesar Rp12,95 triliun atau naik
sebesar Rp206,64 miliar (mtm). Alhasil, rasio keuangan lainnya menunjukkan catatan positif pula apabila dibandingkan dengan Bulan Agustus 2020 (mtm), seperti rasio kecukupan modal (CAR) di level 21,89% naik sebesar 0,18%, rasio kredit terhadap DPK (LDR) naik 1,47% menjadi 85,98%, marjin bunga bersih (NIM) naik 0,07% menjadi 6,28%, return on assets (ROA) naik 0,21% menjadi 2,32% dan return on equity (ROE) naik 1,33% menjadi 14,64%. Rasio – rasio tersebut menunjukkan bahwa Bank Kalsel adalah bank yang sehat dan sustainable.
“Hasil positif yang dicatat oleh perusahaan hingga kuartal iii tahun 2020 menunjukkan kerja
keras seluruh karyawan. Catatan positif ini kami hasilkan sembari meningkatkan program
penguatan ekonomi di daerah dengan menggali potensi bisnis di masing-masing daerah, inovasi
perusahaan dalam ‘Go Digital’ di berbagai aspek pelayanan nasabah,” pungkas Agus.
Reporter : Aditya




















