“Saya mengedukasi pasien dengan memotivasi agar selalu tetap semangat, minum obat secara teratur diet dan selalu bergerak, Insya Allah penyakit akan berkurang,”imbuhnya.
Selanjutnya, apabila seseorang banyak bergerak sudah tentu aliran darah lancar yang akan menghindari penyumbatan pembuluh darah di otak.
Dirinya menegaskan penanganan medis pasien stroke harus benar-benar ditangani secepatnya.
Selaku dokter dalam menangani pasien stroke, selalu berupaya dengan cepat agar cacat akibat stroke tersebut bisa diminimalisir karena orang yang terkena stroke terutatam stroke penyumbatan mempunyai waktu emas yaitu antara 3 sampai 4,5 jam setelah terserang stroke untuk ditangani.
Perlu diketahui dr Giri Wicaksono kesehariannya bertugas di RSU Pembalah Batung Amuntai sebagai dokter spesialis syaraf dan spesialis Anak. berharap dengan momentum hari stroke dunia tahun 2020.
Ia menghimbau agar seluruh masyarakat banyak gerak, baik dengan berolahraga ataupun beraktifitas lainya. Tetap mematuhi protokol kesehatan karena stroke dan Covid-19sama berbahaya dan sama dapat dicegah.
Reporter : Darma Setiawan
Editor : Aditya




















