Pengusaha Tak Yakin Anies Cabut Izin Usaha Pelanggar PSBB

  • Whatsapp

Wartaniaga.Com,Jakarta- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta mengaku tak yakin bila Gubernur Anies Baswedan akan benar-benar mengimplementasikan ancaman pencabutan izin usaha kepada perusahaan yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Saya tidak yakin Pak Gubernur akan sekeras itu, beliau hanya ingin mengingatkan perusahaan di Jakarta agar semua taati program PSBB saja,” ungkap Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang, Senin (13/4).

Keyakinan lain kata Sarman, didasarkannya pada kontribusi perusahaan yang masih mempekerjakan karyawan. Di tengah PSBB sejatinya beberapa perusahaan tak bisa memberlakukan kerja dari rumah (work from home) secara penuh.

Hal ini karena perusahaan juga punya tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.  Misalnya, perusahaan di bidang telekomunikasi, perbankan, hingga transportasi. Selain itu, ada pula pengusaha di sektor perdagangan.

BACA JUGA:  Pasokan Melimpah, Harga Minyak Mentah Dunia Melemah

“Contoh lain, pengusaha di pertokoan, pedagang, mereka masih bolak balik ke toko karena meski jual online tapi barangnya ada di sana. Tapi hanya untuk ambil barang saja, bukan berjualan,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya, para pelaku dunia usaha yang masih memperkerjakan karyawan di tengah PSBB sebenarnya tetap mengindahkan himbauan pemerintah. Kepatuhan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti penggunaan alat kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, hingga jam kerja yang lebih singkat.

Di sisi lain, menurut perhitungan Sarman, sebenarnya pelaku dunia usaha yang masih memperkerjakan karyawan kemungkinan hanya mengizinkan sekitar 10 persen karyawannya untuk kerja ke kantor. Sisanya, sudah kerja dari rumah.

BACA JUGA:  Pengurus JMSI Pusat Sowan ke Pjs Gubernur Sulut

“Jadi tidak 100 persen karyawan masih masuk, paling hanya 10 persen, itu pun rasanya sudah dibuat jadwal bergantian misal masuknya hanya dua sampai tiga hari dalam seminggu, sudah seminimal mungkin,” jelasnya.

L

Pos terkait