Banjarmasin Pacu Kepariwisataan Lewat Festival Jukung Tradisional

lomba jukung

Wartaniaga.com, Banjarmasin – sebanyak 120 kontingen yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan ramaikan event akbar Lomba Jukung, mereka siap memperebutkan piala Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 493 pada acara International Traditional Boat and River Culture Festival di Siring Menara Pandang Kota Banjarmasin, Sabtu 7/12/2019.

Kepala Dispora (Dinas Kepemudaan dan Olahraga) Kota Banjarmasin, M. Taufik Rivani mengatakan jukung merupakan alat transportasi tradisional tanpa mesin yang digunakan masyarakat Banjar dalam kesehariannya untuk berdagang di sepanjang aliran Sungai Martapura.

Atas dasar hal itu, Menurutnya digelar lah festival yang kedua kali dilaksanakan di Banjarmasin, kegiatan itu diikuti sebanyak 900 atlet, tidak hanya dari Kota Banjarmasin, tetapi juga dari Kabupaten Barito Kuala, kabupaten Banjar serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Bahkan kita juga kedatangan atlet dayung profesional Portugal, Italia, Republik Cheko, dan Republik Rumania,” ujarnya.

Ia menginginkan, kegiatan tersebut bakal menjadi agenda wajib setiap tahunnya dengan alasan sangat pentingnya mengenalkan budaya sungai pada masyarakat Kota Banjarmasin.

“Bahkan dunia sudah tahu kalau Kota Banjarmasin yang mempunyai julukan Seribu Sungai ini adalah pusat dari kebudayaan sungai yang ada di Indonesia,” terang Taufik.

Ia menyebut animo masyarakat sangat luar biasa dqlam menyambut festival internasional ini. terlebih hal ini dinilainya dapat menambah nilai khazanah kepariwisataan yang dimiliki Kota Banjarmasin. Karena memiliki nilai unik sekaligus nilai budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

Melestarikan budaya dengan jukunglomba jukung

“Melalui event lomba jukung tradisional ini pula sekaligus menjaring atliet-atlet dayung terbaik. Terlebih untuk sarana dan prasarana berlatih di Kota Banjarmasin sangat didukung oleh kondisi geografis alamnya yang mempunyai banyak sungai,” bebernya.

Taufik berharap dengan terselenggaranya acara Jukung Festival 2019 ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun internasional sebagai salah satu tujuan wisata, memperkenalkan budaya sungai Banjarmasin kepada dunia dan menjadikan banjarmasin sebagai pusat studi budaya sungai di dunia, serta meningkatkan persaudaraan dalam hidup bermasyarakat.

Sementara itu Walikota Banjarmasin Ibnu Sina sendiri mengaku sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut, dalam rangka melestarikan budaya tradisional dan mendukung kepariwisataan yang dimiliki Kota Banjarmasin.

“Festival ini harus dapat berkembang dan menjadi agenda wisata penting, karena satu-satunya event wisata sekaligus olahraga tradisional yang memiliki daya tarik tersendiri dimata dunia,” tutupnya.

Reporter : Zakiri
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Zakiri

Pos terkait