Cerita Sabun Cair Big Fast yang Mendapat Apresiasi dari Sandiaga Uno

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Bertahan hidup di saat ini sudah cukup, apalagi bisa membantu orang lain mendapatkan penghasilan sehingga dapat memenuhi keperluan hidup di masa pandemi yang masih belum berakhir saat ini.

Adalah Ani yang sudah beberapa bulan terakhir menggeluti usaha pembuatan sabun cuci kemasan dengan merk Big Fast, selain sudah mengantongi ijin dari Depkes sabun olahannya ini juga mendapat apreseasi dari Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi stand UMKM di Banjarbaru.

Sebelum pandemi Covid-19 Ani membuat berbagai macam kuliner oleh-oleh khas Banjar seperti Iwak Rabuk Haruan (Abon Ikan Gabus, red), OSEMAN atau Oseng-oseng Mandai (Kuliner dari kulit Cempedak) ada juga Lempok Cempedak yang dititipkan di pusat oleh-oleh di Banjarbaru sebagai mitra usahanya.

Setelah terjadinya wabah Covid-19 melanda di seluruh Indonesia termasuk Kalimantan Selatan, usahanyapun gulung tikar. Untuk bertahan hidup Ani dan Suami melamar pekerjaan disalah satu perusahaan di dekat rumahnya. Karena tidak mempunyai ijazah kemudian dengan alas an perusahaan belum membutuhkan tenaga kerja akhirnya Ani tidak diterima diperusahaan tersebut.

BACA JUGA:  Hanya di B Car Wash Cuci Mobil Tanpa Harus Keluar Mobil

Beruntung sang suami diterima menjadi sekuriti dan untuk sementara bisa membantu perekonomian keluarga saat itu.

Ani yang tidak bisa berpangku tangan tidak putus asa, berkat dorongan dan bantuan dari sanak famili yang ada di Jawa dalam membuat sabun cuci Ani pun tertarik untuk mempelajarinya.

Bahkan dari sanak familinyalah dia dibantu mendatangkan keluarga yang sudah paham dan mengerti mengenai cara pembuatan dan produksi sabun cair untuk perabotan rumah tangga secara baik dan memuaskan.

Pertama kali pemasaran dan uji coba, Ani menawarkan kekerabat dekat tetangga dan kawan-kawan sebagai testimoni sekaligus promosi usaha barunya ini.

“Alhamdulillah respon dari semuanya baik dan puas dengan sabun cuci yang kami buat, bahkan salah satu rumah makan terbesar di banjarbaru mau menggunakan produk kami dalam usaha rumah makannya,”papar Irwaningsih nama lengkap Ani kepada wartaniaga saat menemuinya di kediaman.

BACA JUGA:  Tim Identifikasi Koperasi Modern Kemenkop dan UKM Kunjungi WARKO.ID

Dia juga menuturkan sebelumnya dikunjungi Darmawan Jaya Setiawan mantan orang nomor 1 di Banjarbaru.
“Beliau sangat membantu, memberikan support kepada usaha kami. Pak Jaya seperti orang tua asuh kami, menjadi guru, pemimpin yang bijak dan mendukung serta memberikan semangat untuk terus maju disaat masa pandemi ini,”ujar Ani lirih terlihat matanya berkaca-kaca sambil menceritakan akan sosok Darmawan Jaya Setiawan yang juga merupakan ketua ADKI Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Sejenak Ani terdiam sambil menyambung pembicaraannya,”Saya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada Bapak Jaya yang mana berkat dorongan dan support beliaulah kami bisa bertahan sampai dengan saat ini”.

Ani berharap ada perpanjangan tangan pemerintah daerah selain membantu memasarkan usahanya ini juga mempromosikan sehingga paling tidak bisa bertahan hidup dan juga membantu keluarga yang tidak mempunyai pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

BACA JUGA:  Menikmati Katupat Kandangan Acil Mariani Pekapuran

Selain suami, Ani juga dibantu keluarga dalam mengelola usaha pengolahan sabun cuci piring miliknya ini. Untuk pemasaran mereka berdua dan dibantu oleh beberapa orang Disabilitas yang ingin memasarkan produknya ini. Dia juga tidak minta jaminan khusus tetapi hanya poto kopi KTP sebagai persyaratannya.

Untuk alamat produksi UMKM sabun cair cuci piring ini di Jalan Jenderal Ahmad Yani km 19 RT 09 RW 03 Kelurahan Landasan Ulin Barat Kecamatan Langganggang Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Saat demo, Ani memberikan keunggulan sabun buatannya ini yaitu memiliki busa yang banyak, aroma jeruk nipis yang kuat serta sekali bilas piring yang penuh lemak langsung kesat.

“Cobalah Big Fast sabun cuci piring buatan saya, selain kemasan eklusif harganyapun ekonomis serta membantu perekonomian Banua,”tutup Ani.

 

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait