Operasi Ketupat Intan 2021, Wabup Syamsuri : Guna Menciptkan Suasan Kondisif

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Kandangan-Operasi Ketupat Intan 2021 yang digelar serentak di seluruh Indonesia nertujuan untuk menciptakan suasan kondusif, aman dan tertib di Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Kab. Hulu Sungai Selatan (HSS) Syamsuri Arsyad S.AP MA saat mengikuti pelaksanaan apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketupat Intan 2021 di Mapolres HSS, Rabu (5/5).

Menurutnya, Operasi Ketupat Intan 2021 yang akan mulai dilaksanakan dari tanggal 6 hingga 17 Mei ini guna menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib pada Ramadhan hingga Idul Fitri 1442 H di masa pandemi covid-19.

” Saat ini kita masih dalam masa pandemi, jadi kita berharap sama-sama menjaga agar penyebarannya tidak meluas,” katanya.

BACA JUGA:  Bupati Kotabaru Resmikan Pembangunan Pesantren Darul Ihsan

Sementara itu, Kapolres HSS Siswoyo S.I.K., M.H. mengatakan untuk personil yang dilibatkan pada operasi Ketupat Intan 202 ini ada sebanyak 149 personil yang terdiri dari Polres HSS, TNI, Dishub, Satpol PP dan instansi terkait lainnya.

Dijelaskannya untuk di HSS akan didirikan Posko Satgas gabungan dibeberapa titik. Posko ini nantinya akan dilaksanakan pemeriksaan oleh para petugas pada para pengguna jalan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang datang menyambut idul Fitri di Kab. HSS.

“Untuk posko kita ada di Kecamatan Sungai Raya untuk pemeriksaan bagi pengguna jalan yang datang dari arah Banjarmasin dan di Kecamatan Angkinang untuk pemeriksaan dari arah Hulu Sungai”, ucap Kapolres HSS.

BACA JUGA:  Balangan Berduka, Seniman Balangan tutup Usia

Ia juga menerangkan bahwa setiap pengguna jalan yang lewat akan diberhentikan kemudian dilakukan pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (IKM) serta diminta menunjukkan surat keterangan kesehatan berupa rapid antigen dengan hasil negatif dan apabila tidak dapat menunjukkan kemudian akan dilaksanakan pemeriksaan rapid antigen langsung di pos cekpoin tersebut.

“Kita bersama Dinas Kesehatan sudah menyediakan sebanyak 7000 alat rapid dan apabila pada saat pemeriksaan antigennya diketahui positif kita akan melakukan isolasi sementara dipos tersebut yaitu dikarantina selama 5 hari dan tentunya semua biaya selama karantina akan ditanggung sendiri”, tuturnya.

Reporter : Amutz
Editor : Ahmad Yani

L

Pos terkait