Menengok Produksi Tempe Super Rumah Banjar Amuntai

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai- Tempe merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Disamping murah dan rasa yang gurih, tempe juga dianggap memiliki nilai nutrisi tinggi, karena adanya proses fermentasi dalam pembuatannya.

Salah satu pengusaha tempe yang ada di RT. 05 Kelurahan Lok Bangkai Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sucipto menjelaskan, usaha pembuatan tempe sudah ditekuni sejak tahun 1997 hingga sekarang.

Adapun usaha tempe dengan merek “Tempe Super Cap Rumah Banjar”, bertahannya usaha yang dirinya jalanitidak terlepas dari permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.

“Usaha turun temurun dari orang tua, dengan kubutuhan masyarakat terhadap tempe yang selalu ada menjadikan usaha saya ini bisa bertahan sampai sekarang,” ucapnya, Minggu (28/3).

BACA JUGA:  Klinik Dermaster Indonesia Buka Cabang ke 16 di Balikpapan

Sucipto mengatakan, satu kali produksi pihaknya bisa menghabiskan 100kg kacang kedelai bahkan lebih. Setelah proses pengolahannya 4 hari barulah bisa dijual atau dikonsumsi.

Adapun tahapan pengolahan sampai menjadi tempe yang bisa dikonsumsi masyarakat yaitu, biji kedelai akan direbus dalam waktu 3 jam.

Setelah direbus kedelai harus direndam 1 malam, melewati tahap pengrebusan kedelai akan melewati tahap pembelahan biji serta dicuci sekaligus dibuang kulitnya, dan akan dikeringkan selama 1-2 jam.

“Jika biji kedelai sudah kering akan diberikan ragi tempe dan akan dilakukan pengemasan sampai menjadi tempe yang bisa dipasarkan kepada masyarakat,” imbuhnya.


Reporter: Darma Setiawan

Editor: Aditya

L

Pos terkait