“Di balik segala bentuk musibah yang kita terima dan alami tentu ada hikmah yang bisa kita ambil, apa yang kami berikan memang tidak seberapa, namun ini merupakan wujud kepedulian kami kepada saudara-saudara kita yang saat ini tengah berduka ” tutur Yati Oktaviana (2/3).
Penasehat GOW Kabupaten Tanah Laut, Hj Nurul Hikmah Sukamta menambahkan meskipun musibah banjir dan tanah longsor sudah berakhir, namun pasca kejadian tersebut banyak warga yang belum bisa beraktifitas dan mencari nafkah seperti biasa, bahkan sebagian warga masih berada di tempat pengungsian karena khawatir akan terjadi banjir dan tanah longsor susulan.
“Selain warga yang rumahnya rusak, ada juga warga yang rumahnya berada di daerah rawan longsor, sehingga mereka memilih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Tim Penanggulangan Bencana ” jelas Nurul Hikmah.
Selain menyambangi lokasi pengungsian di Desa Panggung Baru, rombongan GOW Tanah Laut yang berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga menyambangi warga di Desa Guntung Besar Kecamatan Pelaihari.
Di Desa tersebut bukan hanya harta benda yang menjadi korban, 3 orang anggota keluarga yang terdiri dari ayah dan 2 orang putranya harus menghadap sang Khalid akibat tertimbun tanah longsor.
Penulis : Tony Widodo




















