Wartaniaga.com, Marabahan- Perjuangan almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB atau yang akrab disapa Haji Leman dalam membesarkan Partai Golkar di Kalimantan Selatan (Kalsel) meninggalkan jejak mendalam bagi para kader. Terutama saat partai berlambang pohon beringin itu menghadapi masa transisi politik pada 1998.
Kisah perjuangan tersebut kembali dikenang dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar. Jajaran pengurus dan kader Golkar Kalsel berziarah ke makam sejumlah tokoh partai, termasuk Haji Leman di Kubah Datu Abdussamad, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (20/10/2026).
Kader senior Golkar Kalsel, H. Supian HK, menilai Haji Leman memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi sekaligus membesarkan Golkar di tengah perubahan besar lanskap politik nasional pada era reformasi.
Menurut Supian, situasi politik pada 1998 menjadi tantangan tersendiri bagi Golkar. Di tengah dinamika tersebut, diperlukan figur pemimpin yang mampu menjaga soliditas kader dan memastikan organisasi tetap bertahan.
Ia menyebut Haji Leman sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam melewati masa sulit tersebut. Kepemimpinan dan perjuangannya dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan Golkar Kalsel hingga tetap eksis sampai sekarang.
“Beliau sangat konsen membesarkan Partai Golkar di Kalimantan Selatan, terutama pada masa transisi reformasi 1998. Beliaulah yang sanggup membawa Golkar ini sampai sekarang,” ungkap Supian HK.
Menurutnya, perjuangan yang dirintis Haji Leman kini dilanjutkan putranya, H. Hasnuryadi Sulaiman, yang memimpin DPD Partai Golkar Kalsel bersama jajaran pengurus dan kader lainnya.
Supian berharap Hasnuryadi dapat meneruskan semangat perjuangan sang ayah dengan merangkul berbagai kalangan, termasuk tokoh-tokoh senior, untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
Ia memandang keberlanjutan perjuangan tersebut sebagai amanah yang harus dijaga oleh generasi penerus.
Bagi Supian, sosok Haji Leman tidak hanya dikenal karena perjuangannya membesarkan Golkar. Almarhum juga memiliki kecintaan terhadap olahraga, khususnya sepak bola, serta kepedulian sosial yang besar.
Perhatian Haji Leman terhadap masyarakat, menurut Supian, tidak terbatas di Kalimantan Selatan, tetapi juga menjangkau Kalimantan Tengah.
Perpaduan antara pengabdian politik, kecintaan terhadap olahraga, dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian dari keteladanan yang terus dikenang para kader.
Supian mengaku bangga pernah mengenal dan menyaksikan perjuangan Haji Leman. Ia berharap Hasnuryadi dapat melanjutkan misi dan cita-cita yang telah dirintis orangtuanya, terutama dalam menjaga keberlangsungan serta memperkuat peran Golkar di Banua.
“Mudah-mudahan ananda Hasnur bisa melanjutkan misi-misi beliau seperti yang diharapkannya di era transisi reformasi 1998,” beber Ketua DPRD Kalimantan Selatan tersebut.
Kenangan terhadap perjuangan Haji Leman juga disampaikan tokoh Golkar Kalsel, Gusti Iskandar. Ia menegaskan, para kader harus senantiasa mengingat jasa tokoh-tokoh pendahulu yang telah berjuang mempertahankan dan membesarkan partai.
Gusti Iskandar mengenang masa transisi reformasi 1998 sebagai salah satu periode penting dalam perjalanan Golkar. Pada masa itu, perubahan politik nasional menuntut kepemimpinan yang mampu membimbing kader sekaligus menjaga keberlangsungan organisasi.
Saat itu, Gusti Iskandar mengaku masih relatif muda. Namun, ia mengingat bagaimana Haji Leman mengambil peran dalam mempertahankan eksistensi Golkar di tengah perubahan politik yang berlangsung.
“Sebagai kader Golkar, kita selalu ingat dengan para tokoh pendahulu dan pahlawan di Partai Golkar yang telah berjuang. Terlebih pada masa transisi 1998, ketika partai menghadapi proses reformasi. Saat itu diperlukan tokoh yang bisa membimbing, dan sosok itu adalah H. Abdussamad Sulaiman,” tuturnya.
Ia menilai, keberadaan Golkar hingga saat ini tidak terlepas dari kontribusi para tokoh yang telah melewati berbagai tantangan politik dan membangun fondasi organisasi pada masa lalu.
Karena itu, Gusti Iskandar mengingatkan kader muda agar tidak sekadar melanjutkan kepemimpinan, tetapi juga memahami sejarah, menjaga kekompakan, serta mempertahankan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu.
“Alhamdulillah, eksistensi Partai Golkar terus bertahan sampai sekarang. Tentunya kita yang muda-muda ini harus mampu mempertahankan nilai-nilai perjuangan para pendahulu, salah satunya H. Abdussamad Sulaiman HB,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar melalui ziarah tersebut menjadi momentum bagi para kader untuk mengenang perjalanan organisasi sekaligus meneguhkan komitmen meneruskan pengabdian para pendahulu bagi masyarakat dan pembangunan Kalimantan Selatan.
Editor: Aditya




















