Wartaniaga.com Banjarmasin – Mengawal UMKM dan sektor pertanian, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kalimantan Selatan jalankan sistem inclusive Close loop.
Sistem inclusive Close loop merupakan model kemitraan agribisnis yang dikembangkan pada ekosistem berbasis digital dengan teknik budi daya _good agricultural practices_, sistem logistik yang baik, serta jaminan pasar dan harga yang bersaing oleh off taker.
Menurut Ketua KADIN Kalsel Shinta Laksmi Dewi, UMKM saat pandemi memiliki pasar sebesar 67 persen dari perekonomian nasional, sehingga pihak KADIN terus berupaya agar UMKM Kalsel bisa naik kelas.
“UMKM saat pandemi paling resilience sehingga perlu ditingkatkan agar lebih kompeten” ucapnya kepada sejumlah wartawan saat Rapimprov KADIN Kalsel 2023 di Hotel Rattan In, Selasa (8/8).
Lebih lanjut dipaparkannya, KADIN akan membantu UMKM naik kelas dari segi perizinan, akses pasar dan permodalan.
“Ini akan mendorong timbulnya masyarakat kreatif pada era bonus demografi” tegasnya.
Shinta juga menjelaskan, KADIN melalui inclusive Close loop melakukan pembinaan dimulai dari tahap produksi, edukasi ketahanan produk hingga pemasaran, yang kemudian akan dilakukan kurasi kepada UMKM terutama dari sektor pertanian dan peternakan.
“Sektor pertanian dan peternakan saat ini kita perlukan untuk supply ke IKN” jelasnya.
Ditambahkannya, inclusive Close loop akan dilihat dari sektor pertanian seperti pengolahan padi, ketika mengalami kesulitan KADIN siap membantu dengan bantuan akses apapun.
“KADIN siap membantu apabila sektor pertanian mengalami kesulitan” ucap Shinta mengakhiri.
Reporter: Alifah Nur Na’ima
Editor : Nirma Hafizah



















