Wartaniaga.com, Banjarbaru — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali turun langsung meninjau penanganan Karhutla di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Sabtu (22/8).
Peninjauan tersebut turut dihadiri Astamaops Polri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si., Kapolda Kalsel, jajaran Forkopimda, serta sejumlah unsur terkait.
Tak sekadar melihat kondisi di lapangan, Danrem 101/Ant juga ikut turun langsung membantu proses pemadaman bersama personel gabungan. Upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Basarnas, hingga masyarakat setempat.
Dukungan pemerintah pusat juga terus diperkuat. Sejumlah pesawat udara, helikopter, serta personel BNPB dikerahkan untuk membantu mempercepat penanganan Karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.
KSAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan langsung, kondisi Karhutla di wilayah yang dikunjungi masih dapat dikendalikan berkat kerja sama seluruh unsur.
“Setelah melihat langsung, untuk Kalimantan Selatan kita lihat sendiri tidak terlalu parah. Memang dua hari yang lalu sempat viral di media, tetapi ternyata setelah kita datang ke sini tidak separah apa yang kita lihat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kesigapan aparat dan seluruh unsur terkait dalam melakukan penanganan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan api segera dikendalikan dan dampak asap tidak meluas.
Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan juga mendapat perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden bertolak menuju Kalimantan untuk meninjau lokasi Karhutla sekaligus memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dan serentak di sejumlah wilayah.
Kehadiran Presiden diharapkan semakin memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus memastikan seluruh sumber daya pemerintah dapat dikerahkan secara optimal untuk menghadapi ancaman Karhutla.
Sementara itu, Kapenrem 101/Ant Mayor Inf Wartono mengatakan, peninjauan bersama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi seluruh unsur dalam menghadapi Karhutla.
“Sinergi seluruh unsur menjadi kekuatan utama dalam penanganan Karhutla. Saat ini, khususnya Satgas Darat yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya terus bersinergi melakukan pemadaman,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Korem 101/Antasari terus memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga wilayah Kalimantan Selatan tetap aman dari dampak kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengganggu kesehatan dan perekonomian,” pungkasnya.
Editor : Eddy Dharmawan



















