Kemenkop UKM Sebut Penjualan Atribut Kampanye Turun Sampai 90 Persen

Lesu : Panjualan atribut kampanye pada Pemilu 2024 turun drastis

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyebut penjualan atribut kampanye tahun ini turun drastis hingga 90 persen.

“Meskipun ada permintaan, namun tidak seramai dan tidak sebanyak Pemilu sebelumnya. Dinilai terdapat penurunan penjualan produk untuk kampanye cukup drastis sekitar 40% sampai 90%,” ungkap Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Yulius dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (8/1/2023).

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari lesunya penjualan alat peraga kampanye di pelaku usaha UMKM, terutama yang bergerak di bidang konveksi dan sablon pada masa kampanye periode Pemilu 2024 ini.

Padahal, kata dia, di masa kampanye periode Pemilu sebelumnya UMKM justru kebanjiran pesanan.

“Pemilu yang kemarin itu, yang 5 tahun atau 10 tahun lalu banyak pemesanan barang-barang itu ke UMKM. Nah sekarang pemesanan lari kepada e-commerce langsung, dan juga yang kita tahu, e-commerce barang-barangnya kebanyakan dari luar negeri, (sedangkan) yang dari UMKM sedikit,” paparnya.

Pihaknya mengendus ada Partai Politik (Parpol) yang membeli alat peraga kampanye seperti baliho, kaos, kemeja, jaket dan topi dari luar negeri.

Meski demikian, Yulius mengaku belum bisa merinci data terkait pembelian alat peraga kampanye dari luar negeri yang dilakukan oleh Parpol. Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari para pedagang.

“Dicetak di luar negeri, misalnya di China bisa. Mereka gambar Garuda distempel┬ádi sana. (Namun) datanya nggak ada. Sebagian besar larinya ke sana, makanya salah satu penyebab berkurangnya (omset) dari itu,” jelas Yulius.

” Berdasarkan hasil observasi kami ( Kemenkop UKM) di lapangan didapati penjualan produk kampanye pada periode Pemilu sebelumnya ( 2019 )jauh lebih baik dari tahun ini. Di 2024 penjualannya anjlok,” terangnya.

Editor : Edhy Darmawan

Pos terkait

banner 468x60