Melihat Tradisi 10 Muharram Jamaah Masjid Al Ihsan Banjarmasin

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin-Tradisi memperingati 10 Muharram dalam kalender hijriyah, sangat lekat dengan pembuatan bubur Asyura di masyarakat Banjar, di Kalimantan Selatan. Tepat pada Senin (8/8/2022), hari ‘keramat’ Asyura, banyak tempat dilaksanakan pembuatan bubur beras dengan campuran 41 macam bahan.

Lazimnya, bubur Asyura ini dicampur dengan sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan hingga daging ayam dan sapi. Bubur Asyura ini disajikan sebagai hidangan berbuka puasa sunat Hari Asyura.

Bagi masyarakat Banjar, 10 Muharram sangat identik dengan simbol syukur kepada Allah SWT atas beberapa peristiwa penting berkaitan dengan para Nabi dan Rasul Allah. Di antaranya, pada Hari Asyura adalah hari diciptakannya Nabi Adam dan diterima tobatnya. Kemudian, berlabuhnya bahtera Nabi Nuh di Bukit Judi, diangkatnya Nabi Idris ke surga serta selamatnya Nabi Iberahim dari apinya, Namrudz.

BACA JUGA:  Manurung Perjuangkan Tanahnya Hingga PTUN


Pada Hari Asyura, Nabi Yakub juga sembuh dari kebutaan dan bertemu dengan Nabi Yusuf. Diselamatkanya, Nabi Musa bersama pengikutnya saat menyeberangi Laut Merah dari kejaran pasukan Fir’aun. Begitupula, Nabi Sulaiman dianugerahi Allah SWT sebuah kerajaan besar yang tiada tara. Hari Asyura juga adalah dikeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan Nun atau paus besar, serta diangkatnya Nabi Isa ke surga, setelah serdadu Roma gagal menangkap dan menyalibnya.

Sedangkan, ritual paling utama adalah berpuasa sunat Asyura sebagaimana diperintahkan Nabi Muhammad SAW, dengan jumlah dua hari agar berbeda dengan tradisi umat Yahudi dan Nasrani.

Nah, tradisi ini turun temurun tetap terjaga yang merupakan warisan dari budaya Kesultanan Banjar. Seperti terlihat Masjid Al Ihsan di Jalan HKSN Komp.AMD Permai Blok B10 RT.22 , Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin Utara, senin (8/8/2022). Kuliner khas 10 Muharram ini, dibuat warga Komp.AMD Permai dan jamaah Masjid Al Ihsan ramai ramai dengan bergotong royong memnuat bubur asyura, layaknya tradisi yang masih lestari di etnis Banjar.

BACA JUGA:  Wabup HSS Tanda Tangani Berita Acara Tapal Batas HSS – Tapin

“Pembuatan bubur Asyura ini rutin kami laksanakan tiap tahun gabungan bapa bapa dan ibu ibu jamaah masjid Al Ihsan. ucap Wiwi Hasanah Koordinator Panitia Pembuatan Bubur.

Bersama ibu-ibu komplek ini, beras serta bahan lainnya yang dipercaya terdiri dari 41 macam ini dibuat secara bergotong royong.

“Bubur Asyura yang dibuat dalam empat kawah ini dibagikan kepada para warga dan jamaah Masjid Al Ihsan kata Wiwi.

Ia mengungkapkan sesuai warisan leluhur, bubur nasi ini dibuat seperti bubur dengan aneka rasa,dicampur berbagai bahan dari sayuran, kacang-kacangan dan umbi-umbian, serta daging.

Senada Pazri Ketua RT.22 menyampaikan kami sengaja membuat dalam porsi besar. Pada Hari Asyura ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar warga.

BACA JUGA:  PKK Ajak Kader Posyandu Turunkan Stunting

Menurut dia, selanjutnya, bubur Asyura ini dibagikan ke pada warga juga untuk keperluan berbuka bersama.  “Ya, jadi menu berbuka puasa sunat bagi yang berpuasa,” ucap Pazri lagi.

Ucapan terimaksih juga di sampaikan Feriansyah Ketua DKM Masjid Al Ihsan kepada para warga dan jamaah yang sudah berpartisipasi menyumbang serta membantu dalam pembuatan bubur, tahun ini sangat antusias warga bergotong royong semoga menjadi semangat juga dimana panitia masjid saat ini melakukan Pembangunan Masjid Al Ihsan Yang baru agar cepat selesai dengan begotong royong menyisihkan rezkinya untuk pembangunan.

Editor : Aditya

L

Pos terkait