Lestarikan Tradisi Leluhur, Paman Birin Canangkan Gerakan Batamat Al-Qur’an

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor canangkan Gerakan Batamat Al-Qur’an di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (13/8/2022).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, sebagai umat muslim kita diberikan kitab yang sangat luar biasa yaitu Al-Qur’an yang mana kita harus tekun dalam mempelajari dan mengamalkannya.

“Tidak hanya sekedar dibaca tapi hendaknya kita mampu mengaplikasi dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.


Paman Birin, menuturkan bangga dan berharap ini akan menjadi sebuah kebiasaan terlebih buat anak cucu untuk terus giat membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, mengingat masyarakat kita adalah masyarakat yang religius.

“Hidup itu hanya sekali oleh karena itu mari kita gunakan untuk mengabdi kepada Illahi Rabbi karena surga adalah tujuan abadi,” ucap Paman Birin.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Kalsel Serap Aspirasi Masyarakat 18 Desa di Balangan

Dalam kesempatan ini, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, KH Darul Qutni menyampaikan, bahwa Gubernur Kalimantan Selatan menjadi peserta kehormatan dan mengawali Betamat Al-Qur’an mulai dari surah Ad-Dhuha.

“Kami mengapresiasi inisiatif Bapak Gubernur dalam mencanangkan Gerakan Betamat Al-Qur’an sebagai wujud mempertahankan dan melestarikan tradisi leluhur dan warisan budaya yang religius ini,”katanya.

Ia menuturkan, gerakan ini memberikan dorongan kepada semua pihak, baik siswa/i, keluarga dan masyarakat agar terdorong untuk mempelajari alquran secara rutin.

“Semoga membawa pengaruh positif bagi peningkatan pelajaran Al-Qur’an dimasa akan datang, khususnya generasi muda,” ucapnya.

Sementara itu, dalam tausyiahnya KH Wildan Salman mengatakan, Al-Qur’an turun ke dunia kepada Rasul dengan surat Al- Iqra yang artinya baca.

BACA JUGA:  KPU Kalsel: Dana Kampanye Paslon Maksimal Rp.60 M

“Karena itu kata baginda Rasul, bacai Al-Qur’an karena Al-Qur’an apabila dibaca maka nantinya pada hari kiamat akan datang kepada pembacanya untuk memberikan syafaat memintakan ampun kepada Allah,” katanya.

Ia pun menyampaikan, membaca Al-Qur’an bukan hanya sekedar dibaca tetapi harus dengan tartil dan tilawah.

“Orang-orang yang kami berikan Alkitab, yg selalu membacainya sebenar-benarnya bacaan,” ucap Guru Wildan dari sepenggal hadist. Dan harapnya lagi kegiatan membaca Al-Qur’an ini selalu berkumandang dimana-mana bahkan sampai ke rumah-rumah.

“Semoga dengan kegiatan ini menambah kita semangat untuk membaca dan mempelajari Al-Quran lebih dalam”, jelas Guru Wildan.

Editor : Edi Dharmawan
Sumber : Biro Adpim Setdaprov Kalsel

Pos terkait