Tembakau Tingwe Jadi Tren di Tengah Kenaikan Cukai Tembakau

  • Whatsapp

“Sekarang itu jadi populer, disamping harganya murah karena ada alat yang simpel untuk melinting jadi orang lebih mudah melinting sendiri, dan alatnya juga mudah dibawa ke mana-mana, banyak orang sekitar sini yang beli,” terang Abay pemilik Barokah Tembakau.

Sementara itu, alasan beralihnya para perokok dari yang biasanya membeli rokok bungkusan ke Tingwe disebabkan kenaikan harga rokok yang drastis dan keberadaan rokok ilegal murah yang beredar sering kena razia

“Kawan-kawan perokok memang banyak yang beralih ke lintingan, terutama karena masalah harga, sangat jauh bedanya sekarang. Kalau hitung-hitungan, setengah ons dengan harga tembakau sekitar 10-13 ribu ditambah kapas dan kertasnya, total sekitar 20 ribu itu bisa dapat 50 batang, kalau rokok bungkusan biasanya hanya isi 20, itupun harganya lebih mahal, kita ambil contoh Marlboro yang sekarang harganya 30 ribuan” tutur Abay.

BACA JUGA:  Tingkatkan Perekonomian, Indocement Gelar Pelatihan Budidaya Ikan

Senada dengan Barokah Tembakau, pemilik El-Bacco juga menilai karena harga rokok biasa yang sudah terlampau mahal.

“Di samping memang karena kita yang juga terbiasa merokok, kita juga mau dapat penghasilan dari sini, kebetulan rokok linting rame karena harganya rokok bungkusan naik, jadi kami buka usaha ini” pungkas Rizki.

Reporter: M. Syafi’i
Editor: Edhy Darmawan

Pos terkait