Tembakau Tingwe Jadi Tren di Tengah Kenaikan Cukai Tembakau

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Rokok linting atau biasa disebut Tingwe (linting dewe yang artinya linting sendiri) belakangan jadi tren di kalangan para perokok Banjarmasin saat meroketnya cukai tembakau.

Sebagaimana diketahui memasuki tahun baru 2022 terjadi kenaikan cukai hasil tembakau. Rata-rata kenaikan cukai untuk produk tembakau adalah 12%, dan untuk SKT sebesar 4,5%. Rokok yang mengalami kenaikan harga jual termahal di 2022 adalah jenis SPM I. Tarif cukai untuk rokok SPM I per batang melonjak 13,9% dari Rp935 menjadi Rp1.065. Harga Jual Eceran (HJE) terendah untuk rokok SPM I per batang dipatok Rp2.005 atau Rp 40.100 per bungkus (20 batang)
Terpantau di beberapa titik di kota Banjarmasin terdapat warung-warung kecil penjual Tingwe seperti di Jalan Veteran dan wilayah Pekapuran.

BACA JUGA:  Antisipasi Kelangkaan Ikan Gabus Warung Katupat Kaum Buat Keramba

Warung Tingwe El-Bacco misalnya baru menggelar dagangannya saat awal Ramadhan yang lalu atau sekitar awal bulan April. Juga salah satu warung Tingwe yang berada di Jalan Pangeran Hidayatullah baru membuka penjualannya saat awal tahun.

“Kami baru buka awal puasa tadi, sekitar bulan April ya, Alhamdulillah langsung berkembang dan banyak pelanggan yang sudah jadi langganan kita, biasanya para pekerja tambang juga beli di sini” ucap Rizki, adik pemiliki warung linting El-Bacco.

Sementara itu, penjual Tingwe yang berada di Pekapuran seperti warung Tingwe Barokah Tembakau mengatakan telah membuka tokonya sekitar satu tahun lebih. Ia mengaku memang belakangan terakhir rokok linting menjadi tren yang digandrungi masyarakat.

Pos terkait