Sekda Kotabaru Buka Sosialisasi Pilkades Serentak 2022

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Kotabaru- Sekertaris Daerah (Sekda) kabupaten Kotabaru, Said Ahmad MM mensosialisasikan sistem pemilihan kepala desa serentak sesui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pemilihan Kepala Desa di aula aperation room, Jumat (28/1).

Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Kotabaru akan dilaksanakan pada bulan Juni 2022 mendatang dan diikuti oleh 147 desa dari 198 desa.
Sekda Kotabaru mengatakan, sebelum pelaksanaan Pilkades digelar terlebih dulu harus mengantisipasi titik titik yang dianggap rawan agar pelaksanaan berjalan aman.

“Memang, langkah awal adalah mengantisipasi keamanannya dulu sebelum pelaksanaan Pilkades nanti berlangsung,”katanya.
Said Akhmad menjelaskan, umumnya setiap ada pemilihan pasti ada upaya untuk membuat kekacauan, gesekan di desa, dan perang di media sosial, sehingga akan menimbulkan perpecahan.

BACA JUGA:  Merdunya Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an dari Kafilah Tala

Sekda menilai persiapan awal sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

“ Nantinya Forkopimda menandatangani surat perjanjian dengan pihak kepolisisn terkait adanya kecurangan, mani politik, dan lainnya,Sehingga kita berharap bersama pelaksanaan Pilkades serentak nantinya berjalan dengan aman,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kotabaru, Basuki menyanpaikan, pemilihan kepala desa ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati yang telah disahkan bulan Juni lalu.

Pilkades serentak ini diikuti oleh 147 desa dari 190 desa se Kotabaru dengan sumber dana dari APBD dan dana Desa.
Dikatakannya persyaratan calon tidak berbeda dengan pilkades sebelumnya seperti, seleksi administrasi, wawancara, dan lainnya.

BACA JUGA:  Selaraskan Koordinasi, Kecamatan Juai dan BPD Gelar Rakor Evaluasi

“Ya, secara umum tidak ada perbedaan persyaratan dalam Pilkades serentak ini namun jumlah pemilih tidak boleh lebih dari 500 orang tiap TPS nya karena masih suasa COVID-19,” jelasnya.

Lanjut Basuki menuturkan paling banyak calon tiap desanya 5 orang dan bila pemilih lebih dari 500 orang maka akan dijadikan 2 TPS sesuai dengan edaran kementerian karena masih masa pandemi.

 

Reporter : Anaq
Editor : Nirma Hafizah

L

Pos terkait