Nasib Peternak Itik di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai-Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menjadi daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sangat dikenal dengan keberadaan unggas jenis itik.

Tak heran Amuntai sebagai ibukota kabupaten HSU terdapat desa yang warganya mayoritas bekerja menjadi penetas telur itik, desa itu adalah Desa Mamar kecamatan Amuntai Selatan yang ditetapkan menjadi sentra penetas itik yang berjarak kurang lebih 5 km dari pusat kota Amuntai.

Salah satu penetas itik di Jl. Peternakan Desa Mamar RT. 01 Amuntai Selatan Taufikurrahman mengatakan ia menjadi penetas itik kurang lebih dari 30 tahun yang lalu.

“Usaha penetasan itik ini adalah turun temurun dari orang tua saya yang mana sudah kurang lebih 30 tahun, untuk pemasaran sendiri ada yang kita jual di HSU sendiri, palangkaraya, balikpapan dan luar kota lainnya, adapun untuk desa mamar ini juga saya tergabung dikelompok kerja tani mandiri sebagai kelompok penetas itik,” ujarnya, Rabu (8/9)

BACA JUGA:  Nanang Bahagia Jalan di Desanya Sudah Baik

Sementara itu ia menjelaskan adapun telur itik yang ditetaskannya adalah jenis itik MA (Mojokerto Alabio) dan itik Packing, sedangkan cara yang dipakai dengan menggunakan alat buatan berupa kotak kayu pakai rak yang di dalamnya ditaruh kawat elemen penghasil panas yang dialiri listrik, alat ini bisa menampung ribuan butir telur itik dengan lama masa penetasan dan tingkat keberhasilan juga tidak berbeda bila menggunakan indukan.

“Dari awal telur yg datang kita sortir terlebih dahulu yang mana gunanya untuk membedakan telur yang bisa ditetaskan dan telur hanya dikonsumsi, lama telur hingga menetas membutuhkan waktu 1 bulan hingga bisa dijual, sedangkan untuk telur yang hanya bisa dikonsumsi maka akan kita jual kembali atau bisa dibuat telur asin,” ucap taufik.

BACA JUGA:  Peringati Hari Sumpah Pemuda KNPI HSU Gelar Seminar Kewirausahaan

Selanjutnya ia menambahkan pada saat pandemi covid-19 sektor penetasan itik juga terasa dampaknya, salah satunya adalah permintaan pasar dan turunnya harga itik.

“Saat pandemi seperti ini sangat berdampak bagi penjualan baik itu dari segi harga dan permintaan pasar, untuk itik betina jenis MA yang umur 10 hari dijual dengan harga 12.000 perekor yang dulunya 15.000 sampai 16.000, untuk harga itik jenis packing juga sangat anjlok 3500 perekornya yang sebelumnya 5000. Untuk Pejantan jenis MA 1500 sebelumnya 4000 perekor, ini dikarenakan pandemi covid-19 dan penerapan PPKM diberbagai wilayah, semoga pandemi ini cepat berlalu dan perekonomian kembali seperti semula,” jelasnya.

Reporter : Darma Setiawan
Editor : Nirma Hafizah

L

Pos terkait