Jamu Sari Gading Sudah Ekspor ke Saudi Sejak 2019

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Di bawah kepemimpinan Abdi Abdullah Thalib SSi sebagai General Manager PT Sari Gading Perkasa sudah mulai ekspor jamu Sarigading ke Saudi Arabia. Meskipun masih berskala kecil, tetapi menandakan produk jamu asli Kalimantan Selatan ini digemari di negeri kilang minyak dunia ini.

Sejak berdirinya perusahaan jamu tradisional tahun 1954 di kota Barabai Kalimantan Selatan, jamu Sari Gading mulai menguasai pangsa pasar khususnya di Kalimantan Selatan. Pada era tahun 80-an adalah zaman ke-emasan jamu bermerk Sarigading di Kalimantan bahkan sampai ke Negara jiran yaitu Malaysia.

Masa dimana radio menjadi alat yang tepat dan cepat sebagai alat promosi dan propaganda dalam mengenalkan produk jamu olahan urang banua ini. Bahkan hampir semua siaran radio swasta kita mendengarkan promosi produk jamu ini.

BACA JUGA:  3Second Store Duta Mall Kini Lebih Luas, Nyaman dan Lengkap

Zaman sudah berubah, di era digital ini banyak orang mempromosikan dagangannya melalui online, selain biaya sangat murah hampir seluruh pelosok dunia bisa mengakses serta bertransaksi melalui beberapa bisnis online atau ecommerce seperti Bukalapak, Shopee, Tokopedia dan lainnya.(23/7)

Penjualan dengan sistem online inilah menjadi salah satu trik untuk menjual produk dari Sarigading yang legendaris ini. Langkah awal yaitu merekrut anak muda yang mengerti IT untuk memasarkan produk dari PT Sari Gading Perkasa tersebut.

Abdi memaparkan bahwa untuk produk unggulan dari Sarigading adalah Raja Sarigading berasal dari ekstrak pasak bumi yang mana hanya ada di pulau Kalimantan, kemudian Ratu Sarigading berbahan tabat barito, ada Sila yaitu Singset Langsing.

BACA JUGA:  Nikmat dan Lezatnya Kue Apam Kenari Kreasi Agus Sasirangan

“Kita juga berinovasi membuat jamu dalam bentuk cair sehingga bisa langsung diminum. Untuk produk baru ini insya Allah beberapa bulan kedepan akan kita luncurkan sambil menunggu perijinan dari pihak yang berwenang,”ujarnya.

Dia juga menambahkan sejak tahun 2000 kantor pusat pemasaran resmi di Banjarmasin tepatnya di jalan Pramuka Banjarmasin Kalimantan Selatan dan untuk produksi sudah CPOTB dan bersertifikat halal dari MUI mulai tahun 2020 tadi.

“Produk jamu Sarigading bebas BKO artinya bebas dari Bahan Kimia Obat dan kami berkomitmen untuk menjadikan bahan alam sebagai aset produk. Ini merupakan visi dan misi Sarigading yaitu menjadi pimpinan pasar jamu di Indonesia,”terangnya.

Dengan adanya Festival Syariah Banua 2021 yang diselenggarakan Bank Indonesia, Abdi berharap perusahaan Jamu Sarigading bisa bersaing bukan saja banua tetapi tetapi mendunia karena produknya ini resmi secara regulasi kehalalannya untuk digunakan dan di konsumsi oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Superqurban Terapkan Prokes Ketat dalam Proses Pengelolaan Qurban

Editor : Edi Dharmawan

L

Pos terkait