Menunggu Teko Air Mendidih, Dibalik Perjuangan Menembus Tapal Batas Utara Tanah Laut

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Pelaihari – Butiran air masih menetes dari ujung dedauan di sekitar lokasi pembukaan jalan alternatif di Dusun Riam Pinang Desa Tanjung Kecamatan Bajuin.

Di atas jalan tanah yang tampak masih basah, Tim Satgas TMMD bersama beberapa orang warga terlihat tengah mengelilingi perapian dari kayu dengan sebuah teko kecil diatasnya.

Air di dalam teko tersebut nantinya akan mereka pergunakan untuk membuat beberapa cangkir kopi panas sebagai penghangat badan sekaligus pengusir kantuk ditengah dinginnya hawa pegunungan yang baru saja diguyur hujan lebat.

Lokasinya yang terbilang jauh dari pemukiman bukan satu-satunya kendala bagi mereka bila ingin menikmati secangkir kopi, pekerjaan pembukaan jalan yang mengharuskan terus bergerak maju terkadang membuat mereka berada jauh dari sumber air, sehingga dibutuhkan tenaga serta perjuangan yang cukup berat hanya untuk sekedar mendapatkan se teko air bersih.

BACA JUGA:  Dirlantas Polda Kalsel Tinjau Pos Pengamanan Simp 3 Bentok

Bukan itu saja, pekerjaan membuka jalan alternatif yang melintasi pegunungan dengan di kelilingi hutan lebat serta kondisi cuaca yang tidak menentu menjadikan tantangan tersendiri bagi mereka.
Bila hujan deras mengguyur wilayah tersebut maka bisa dipastikan mereka tidak akan bisa kembali ke posko utama yang berada jauh di kaki gunung.

Sambil menunggu air di dalam teko mendidih, perbincangan ringan serta candaan yang mengundang gelak tawa diantara mereka sedikit menghangatkan hawa yang cukup dingin di siang itu.

Danramil 1009-02/Pelaihari Kapten Inf M. Sumaryanto yang turut langsung terjun ke lokasi menuturkan bahwa apa yang mereka alami dan rasakan saat melakukan pengerjaan pembukaan jalan dalam rangkaian kegiatan TMMD Ke 111 di Dusun Riam Pinang bukan menjadi halangan bagi mereka untuk tidak meneruskan pekerjaan.

BACA JUGA:  Target Turun Level, Bupati Abdul Hadi Beri Arahan di Posko Induk Covid-19

Halangan dan rintangan yang dihadapi justru semakin menambah semangat mereka untuk bisa segera merampungkan pembukaan jalan alternatif yang nantinya akan menghubungkan Kabupaten Tanah Laut dengan Kabupaten Banjar/Kota Banjarbaru tersebut.

Bila hari sudah mulai beranjak senja namun kondisi tidak memungkinkan bagi mereka untuk kembali ke posko utama maka tidak ada pilihan lagi selain harus menginap di lokasi.
Diantara rimbunnya pepohonan, beberapa ranting daun yang mereka rangkai sedemikian rupa menyerupai sebuah atap menjadi tempat berlindung saat tidur dan beristirahat sembari menanti pagi.

” Seberat apapun rintangannya akan kami hadapi bersama untuk menyelesaikan pengerjaan pembukaan jalan alternatif ini, jalan selebar 6 meter dengan panjang 7200 meter ini sudah sejak lama menjadi impian warga, karena akan banyak sekali manfaat yang bisa di dapat nantinya ” tegas Danramil.

BACA JUGA:  Status Tanggap Darurat Bumi Tuntung Pandang Berlanjut

Penulis : Tony Widodo

L

Pos terkait