Kartu Kendali Penerima Untuk Si Melon 3 Kg

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Pelaihari – Liquiefied Petroleum Gas ( LPG ) tiga kilogram bersubsidi untuk warga kurang mampu sempat menjadi polemik di masyarakat karena keberadaannya yang sangat langka dan mahal.

LPG 3 Kg tersebut ternyata bukan hanya digunakan oleh warga kurang mampu, namun kalangan menengah keatas dan usaha rumah makan besar pun turut menggunakan Gas yang biasa disebut Melon tersebut.

Berbagai kebijakan telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, bahkan pendistribusian secara langsung juga telah dilakukan, namun selalu ada celah yang bisa di lewati oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Langkah tegas pun akhirnya diambil oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, penertiban, pendataan dan pembinaan kepada distributor dan pemilik pangkalan pun dilakukan dengan menghadirkan beberapa pihak terkait

BACA JUGA:  Bupati Minta PNS Tinggal di Kabupaten Balangan

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut tersebut tidak sia-sia, perlahan tapi pasti pendistribusian si melon 3 kg di Bumi Tuntung Pandang mulai lancar, harganya pun cenderung stabil.

Hal tersebut tak lantas membuat Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman berpuas diri, usai melakukan kunjungan ke Kementerian ESDM pihaknya saat ini tengah membentuk Peraturan Bupati ( Perbup ) tentang bagaimana pengendalian dan pengawasan distribusi LPG 3 kg mulai dari agen dan sub penyalur hingga sampai ke pada masyarakat yang berhak.

Data penerima LPG 3 kg bersubsidi yang berasal dari desa nantinya akan diverifikasi dan dilakukan validasi data.

Untuk mendapatkan data tersebut sebelumnya pihak desa terlebih dahulu melakukan musyawarah terkait siapa saja warga yang berhak mendapatkan gas LPG 3 kg bersubsidi, tentu saja ASN, TNI, Polri dan warga yang sudah dianggap mampu tidak akan masuk dalam data tersebut.

BACA JUGA:  BSM Pelaihari Kembali Salurkan Bantuan dari Open Donasi

Selanjutnya data akan dibawa pada musyawarah tingkat Kecamatan, kemudian baru diajukan ke Tim Wastib LPG 3 Kg Bersubsidi Tanah Laut, setelah diverifikasi ulang barulah data tersebut diajukan ke Bupati Tanah Laut untuk ditetapkan sebagai penerima LPG 3 kg bersubsidi dan dibuatkan Kartu Kendali Penerima.

Abdi Rahman menegaskan agar masyarakat, sub penyalur dan agen agar tidak menyalahgunakan kartu kendali tersebut, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menjatuhkan sanksi dan tuntutan pidana bagi siapa saja berani bermain dengan si melon yang berasal dari uang rakyat tersebut.
” Jangan coba-coba bermain dengan LPG 3 kg bersubsidi, semua penyalur dan penerima dari hulu ke hilir kita punya datanya, bahkan jika sampai sub penyalur atau agen bermasalah, maka akan kami laporkan langsung ke Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral ” tegasnya.

BACA JUGA:  Sukamta Jabat Wakil Ketua PDI Perjuangan Kalsel

Penulis : Tony Widodo

Pos terkait