Bagi Pemula, Begini Kiat Investasi Kos Ekslusif ala Tantri Kotak

  • Whatsapp
Tantri Kotak

Wartaniaga com, Jakarta – Belasan tahun berkecimpung di industri musik, Tantri Syalindri Ichlasari alias Tantri Kotak mulai melirik investasi lain. Investasi tesebut adalah rumah kos di kota pelajar, Jogjakarta sebagai rumah kos pertamanya dengan nama Kost Bobok Manis.

Rumah kos Tantri terdiri dari 8 kamar, mengusung desain industrial dengan fasilitas lengkap seperti perabotan kamar, kamar mandi dengan shower, water heater, wastafel, kulkas mini, lemari serta dapur umum.
Memiliki investasi ini memang merupakan impian Tantri sejak lama. Terinspirasi dari pengalaman dimana pernah mengalami keterbatasan pilihan dalam mencari kos murah di Jakarta. Keadaan ekonomi yang masih tidak menentu membuatnya harus banyak memutar otak mencari penghasilan tambahan.

BACA JUGA:  Hanya di Sini, Beli Tanah Kavling Gratis Kebun Porang

Alternatifnya adalah investasi kos ini yang menjadi penghasilan tambahan baginya. Sebagai pemula dalam berinvestasi kos, Tantri mempercayakan pengelolaan kosnya kepada Singgahsini. Property management service yang khusus bergerak di bidang kos-kosan dan masih satu grup dengan Mamikos.

“Alhamdulillah investasi kos saya lancar, dan saat ini terisi 7 dari 8 kamar yang tersedia setelah 1 bulan bergabung. Banyak yang beranggapan bahwa rumah kos milik artis selalu laris manis dan diminati oleh para penyewa, namun ditengah kondisi pandemic tetap terasa penuh tantangan dalam mengelolanya,” ujar Tantri.

Dia juga menambahkan, kesuksesan dalam mengelola dan mengembangkan kos tidak hanya mengandalkan popularitas. Sebagai pemula dalam berinvestasi kos, Tantri menyadari memerlukan bantuan terutama dalam pemasaran serta operasionalnya. Lewat layanan Singahsini dari Mamikos, dia tidak perlu khawatir mengenai operasional kos, seperti penagihan pembayaran sewa rutin bulanan dari penyewa.

BACA JUGA:  205 Warga Terima Modal Usaha dari BAZ HSU

Berinvestasi kos diakui oleh Tantri bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang agar tidak merugi. Tarif yang dikenakan kepada penyewa tentunya berkaca dan biaya pembangunan yang telah dilakukan, pemeliharaan bangunan serta menyesuaikan harga dipasaran. Pemanfaatan tekhnologi dalam pengelolaan kos juga menguntungkan bagi pemilik kos seperti menggunakan jasa Mamikos.

“Bersama-sama dengan mitra dan Singgahsini, kami menyadari kebutuhan kos tetap masih dibutuhkan pada masa pandemi ini, sehingga kami akan terus mengutamakan kualitas pelayanan Singgahsini baik dari sisi mitra yang terdampak dan peningkatan kenyamanan para tenant kami yang tetap membutuhkan kos disaat pandemi,” ujar Maria Regina Anggit selaku Co-Founder dan Ceo Mamikos dalam menanggapi testimoni positif dari musisi Tantri Kotak mengenai pengelolaan operasional kosnya yang terbantukan lewat Mamikos.

BACA JUGA:  Kreatif di Tengah Pandemi, Rahmat Produksi Media Budidaya Ikan Aquaponik dan Tanaman Hidroponik

Saat ini Singgahsini tumbuh 2 kali lipat walaupun di tengah pandemi dengan total lebih dari 200 properti dikelola dan juga melayani lebih dari 5.000 tenant dalam pandemi ini.

 

Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Nirma Hafizah

L

Pos terkait